Pembenahan Kota Butuh Peran Serta Swasta

Kamis, 26 Januari 2017 - 10:10 WIB
Pembenahan Kota Butuh...
Pembenahan Kota Butuh Peran Serta Swasta
A A A
JAKARTA - APBD DKI Jakarta 2017 sebesar Rp68,6 triliun diperkirakan tak cukup membiayai berbagai proyek strategis dan penataan kota. Pemprov DKI diharapkan dapat menggandeng pihak swasta untuk mempercepat proses pembangunan.

Dikutip dari laman www.jakarta.go.id, jumlah APBD Jakarta tahun ini mencapai Rp68,6 triliun, naik dibandingkan 2016 sebesar Rp 67,2 triliun. Dana yang dialokasikan untuk belanja modal tercatat Rp24,7 triliun atau 36% dari total anggaran 2017.

Jumlah belanja modal ini memang lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar Rp16,2 triliun. Namun, kenaikan jumlah belanja modal ini dinilai belum mampu menutup kebutuhan pembangunan fisik dan penyelesaian berbagai persoalan sosial DKI Jakarta yang jumlahnya jauh lebih besar.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, keterlibatan swasta dalam berbagai program pemerintah bisa dilakukan melalui berbagai cara. Pertama, program tanggungjawab sosial (corporate social responsibility/CSR).

"Contohnya pembinaan pedagang kecil yang bekerja sama dengan program pemberdayaan dari perusahaan," ujar Yayat. Kedua, lanjut Yayat, penggunaan Pergub No 119/2016 yang mengatur pola kompensasi atau kontribusi terkait pengaturan insentif ketinggian bangunan.

Dengan kontribusi itu, swasta bisa berperan membangun infrastruktur, jalan, rumah susun, membeli bus, fasilitas taman, dan lainnya. "Terpenting semua pemanfaatan terintegrasi dalam rencana kerja pemerintah dan transparan sehingga terpercaya. Program CSR juga seharusnya menjadi bagian strategi pengembangan jaringan ekonomi dan sistem produksi," kata Yayat kemarin.

Pakar dari Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri ITB Hernawan Mahfudz menambahkan, pola kerja sama pemerintah daerah dan swasta yang saling menguntungkan juga dapat dilakukan dalam mengembangkan kawasan pertumbuhan baru. Seperti halnya terjadi di Jakarta Utara melalui pengembangan kawasan baru melalui reklamasi 17 pulau yang disinergikan dengan Giant Sea Wall.

"Pengembangan kawasan baru di Teluk Jakarta yang melibatkan swasta akan memangkas kesenjangan antara wilayah selatan dan utara,” kata Hernawan.

Menurut Hernawan, pengembangan kawasan di Jakarta saat ini tak memungkinkan lagi dilakukan di wilayah lain, kecuali bagian utara. Sementara berbagai persoalan ekonomi, lingkungan, dan sosial terus bermunculan seiring peningkatan jumlah penduduk di Ibu Kota.
(whb)
Berita Terkait
Pembangunan Reklamasi...
Pembangunan Reklamasi Jakarta Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Pembangunan Pulau Reklamasi Telah Dihentikan
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Pembangunan Jalan dari...
Pembangunan Jalan dari Arsel ke Kumai Lewat Jalur Pantai Didukung Legislatif
Pengamat: Lanjutkan...
Pengamat: Lanjutkan Pembangunan Pulau Reklamasi, Jokowi Beri Kepastian Hukum
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
33 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
1 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
3 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved