Massa GNPF MUI Terus Kawal Persidangan Ahok
Selasa, 24 Januari 2017 - 10:47 WIB
Massa GNPF MUI Terus Kawal Persidangan Ahok
A
A
A
JAKARTA - Massa GNPF MUI masih terus mengawal sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok). Mereka tetap datang ke persidangan untuk memastikan Ahok dipenjara oleh majelis hakim.
Berdasarkan pantauan, Selasa (24/1/2017) pagi, ratusan massa GNPF-MUI tetap setiap untuk datang kendati petinggi GNPF MUI akan diperiksa hari ini di Mapolda Metro Jaya. Mereka masih terus menyuarakan agar Ahok dipenjara karena telah menodai Alquran. Massa pun berorasi dan bersalawatan dalam mengawal jalannya persidangan.
Sementara di kubu sebelah, massa pendukung Ahok masih pula mengawal dan memberikan dukungan pada terdakwa penista agama, Ahok. Namun, jumlah pendukung Ahok lebih sedikit dibanding massa kontra Ahok.
Kedua massa itu datang dengan ciri khasnya masing-masing. Massa GNPF-MUI menggunakan pakaian serba putih dan membawa spanduk-spanduk penjarakan Ahok si penista agama.
Sedang massa pendukung Ahok membawa poster bebaskan Ahok sambil memutar musik keras-keras dan berjogetan.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menerangkan, kalau jumlah massa pada sidang kali ini semakin berkurang. Namun, polisi tetap tak akan mengendorkan segi pengamanan sidang dugaan kasus penistaan agama.
"Jumlahnya memang semakin berkurang. Makanya, ke depan akan semakin sedikit yang kami antisipasi. Tapi, tetap kami lihat perkembangan selanjutnya dan nanti akan disesuaikan pengamanannya," katanya di depan Kementan, Jaksel, Selasa (24/1/2017).
Berdasarkan pantauan, Selasa (24/1/2017) pagi, ratusan massa GNPF-MUI tetap setiap untuk datang kendati petinggi GNPF MUI akan diperiksa hari ini di Mapolda Metro Jaya. Mereka masih terus menyuarakan agar Ahok dipenjara karena telah menodai Alquran. Massa pun berorasi dan bersalawatan dalam mengawal jalannya persidangan.
Sementara di kubu sebelah, massa pendukung Ahok masih pula mengawal dan memberikan dukungan pada terdakwa penista agama, Ahok. Namun, jumlah pendukung Ahok lebih sedikit dibanding massa kontra Ahok.
Kedua massa itu datang dengan ciri khasnya masing-masing. Massa GNPF-MUI menggunakan pakaian serba putih dan membawa spanduk-spanduk penjarakan Ahok si penista agama.
Sedang massa pendukung Ahok membawa poster bebaskan Ahok sambil memutar musik keras-keras dan berjogetan.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menerangkan, kalau jumlah massa pada sidang kali ini semakin berkurang. Namun, polisi tetap tak akan mengendorkan segi pengamanan sidang dugaan kasus penistaan agama.
"Jumlahnya memang semakin berkurang. Makanya, ke depan akan semakin sedikit yang kami antisipasi. Tapi, tetap kami lihat perkembangan selanjutnya dan nanti akan disesuaikan pengamanannya," katanya di depan Kementan, Jaksel, Selasa (24/1/2017).
(ysw)