Terdakwa Ditikam saat Sidang Pengamanan di Pengadilan Disorot

Selasa, 17 Januari 2017 - 16:11 WIB
Terdakwa Ditikam saat...
Terdakwa Ditikam saat Sidang Pengamanan di Pengadilan Disorot
A A A
WATAMPONE - Insiden penikaman terhadap seorang terdakwa yang disidang di Pengadilan Negeri (PN) Watampone menuai sorotan dan keprihatinan praktisi hukum akan lemahnya sistem pengamanan di PN Watampone.

Salah satunya dari seorang advokat Darwis Al Hajj, kata dia insiden tersebut membuktikan pihak kepolisian yang mengamankan persidangan kurang profesional.

Apalagi insiden-insiden serupa sudah beberapa kali terjadi di PN Watampone, beberapa hari sebelum terdakwa Jumardi ditikam oleh Sahrul, dua terdakwa narkoba mencoba melarikan diri, kendati berhasil ditangkap kurang dari 10 menit kemudian.

"Kejadian itu sangat disayangkan, pengamanannya kecolongan, ini mengindikasikan kurang profesionalnya pengamanan khususnya pihak kepolisian kita," kata Darwis yang juga merupakan pengacara di PN Watampone.

Kata dia, ke depan harusnya ada pemetaan pengamanan pada kasus yang dianggap rawan, begitu juga dengan pengawalan dan penjagaan harus ditingkatkan, apalagi kasus-kasus yang ditenggarai menimbulkan efek sensitif terhadap keluarga korban dan pelaku.

Sementara Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamsah mengatakan sesaat sebelum sidang pihaknya telah meminta bantuan keamanan dari Polres Bone untuk mengawal tahanan dan jalannya proses persidangan.

"Semua sudah sesuai standar keamanan, ada petugas di setiap pintu diruang pengadilan, dia (sahrul) juga sudah diperiksa sebelum masuk diruang sidang, mungkin karena ukuran Badiknya kecil dan disimpan disaku celana sehingga lolos saat pemeriksaan," kata Adnan dikonfirmasi, Selasa (17/1/2017).

Begitu juga saat insiden tersebut terjadi dua petugas polisi yang berdiri sisi pintu di belakang terdakwa langsung melerai pelaku, kata dia, beberapa kali Sahrul menghujamkan badiknya namun hanya satu kali mengenai rusuk bawah Jumardi.

Selain itu seorang petugas polisi, Bripda Arya terkena sabetan badik pada jarinya saat berusaha mengamankan Sahrul.

Ke depannya, kata Adnan pihaknya meminta untuk memperketat pengamanan, khususnya kasus-kasus yang dianggap sensitif dan rawan terjadi konflik saat di pengadilan.
(sms)
Berita Terkait
Pemuda Ngamuk, 1 Tewas...
Pemuda Ngamuk, 1 Tewas dan 1 Kritis Ditusuk Pisau
Motif Penusukan Anggota...
Motif Penusukan Anggota Polrestabes Masalah Pribadi
Tidak Miliki Biaya,...
Tidak Miliki Biaya, Korban Penusukan Terpaksa Dirawat di Rumah
Lerai Pertengkaran,...
Lerai Pertengkaran, Nenek Ngadikem Tewas Ditikam Suami Cucunya
Sakit Hati Tak Dipinjami...
Sakit Hati Tak Dipinjami Uang, Pelajar SMK Tusuk Teman Wanitanya
Aksi Penusukan Dilaporkan...
Aksi Penusukan Dilaporkan Terjadi di Birmingham, Sejumlah Orang Terluka
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
38 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved