Api Mengamuk di Manado, Tiga Rumah dan Panti Asuhan Ludes
Rabu, 11 Januari 2017 - 17:15 WIB
Api Mengamuk di Manado, Tiga Rumah dan Panti Asuhan Ludes
A
A
A
MANADO - Kebakaran hebat terjadi di Kota Manado, Rabu (11/1/2017) sore. Amukan api melanda tiga rumah, satu panti asuhan dan satu tempat ibadah di Kelurahan Kombos, Lingkungan III, Kecamatan Singkil.
Kapolresta Manado Kombes Pol Hisar Siallagan membenarkan adanya kebakaran tersebut.
"Benar terjadi kebakaran di kelurahan Kombos Kota Manado, ada tiga rumah, satu panti asuhan dan setengah bangunan tempat ibadah," ujarnya.
Menurut Siallagan, untuk sementara penyebab api dalam penyelidikan. Namun dari informasi yang diperoleh saat itu ada seorang anak-anak yang bermain api dengan menggunakan lilin.
"Untuk kerugian diperkirakan miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut," jelas dia.
Sementara itu, Fatmah Talib, (39), Penanggungjawab panti asuhan Ashobirin mengatakan, saat itu melihat api dari lantai dua panti asuhan.
"Saya langsung memanggil anak-anak panti Asuhan yang berjumlah sekitar 40 orang untuk keluar dan langsung menyelamatkan anak saya yang berusia baru 2 Minggu," terangnya.
Dikatakan, tidak ada barang-barang yang selamat di Panti Asuhan. Semua barang milik anak-anak tidak bisa diselamatkan.
"Ada juga ijazah anak-anak dan raport sekolah yang tidak sempat diselamatkan, semua kami saat itu langsung menyelamatkan diri," pungkas dia.
Pantauan, sekira delapan unit pemadam kebakaran kelokasi tempat kejadian. Ada juga warga yang mencoba memadamkan api secara manual. Anak-anak panti menangis histeris melihat rumah mereka terbakar.
Kapolresta Manado Kombes Pol Hisar Siallagan membenarkan adanya kebakaran tersebut.
"Benar terjadi kebakaran di kelurahan Kombos Kota Manado, ada tiga rumah, satu panti asuhan dan setengah bangunan tempat ibadah," ujarnya.
Menurut Siallagan, untuk sementara penyebab api dalam penyelidikan. Namun dari informasi yang diperoleh saat itu ada seorang anak-anak yang bermain api dengan menggunakan lilin.
"Untuk kerugian diperkirakan miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut," jelas dia.
Sementara itu, Fatmah Talib, (39), Penanggungjawab panti asuhan Ashobirin mengatakan, saat itu melihat api dari lantai dua panti asuhan.
"Saya langsung memanggil anak-anak panti Asuhan yang berjumlah sekitar 40 orang untuk keluar dan langsung menyelamatkan anak saya yang berusia baru 2 Minggu," terangnya.
Dikatakan, tidak ada barang-barang yang selamat di Panti Asuhan. Semua barang milik anak-anak tidak bisa diselamatkan.
"Ada juga ijazah anak-anak dan raport sekolah yang tidak sempat diselamatkan, semua kami saat itu langsung menyelamatkan diri," pungkas dia.
Pantauan, sekira delapan unit pemadam kebakaran kelokasi tempat kejadian. Ada juga warga yang mencoba memadamkan api secara manual. Anak-anak panti menangis histeris melihat rumah mereka terbakar.
(nag)