Inilah Tradisi Babarit yang Terancam Punah di Pangandaran

Selasa, 10 Januari 2017 - 18:14 WIB
Inilah Tradisi Babarit...
Inilah Tradisi Babarit yang Terancam Punah di Pangandaran
A A A
PANGANDARAN - Tradisi budaya babarit atau berkumpul disuatu tempat saling mencicipi makanan kini terancam punah.

Tradisi tersebut kini hanya bertahan dan dilaksanakan di tiga desa diantaranya Desa Cikalong, Desa Sidamulih dan Desa Kersaratu di Kecamatan Sidamulih.

Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Sidamulih Haryanto (38) mengatakan, tradisi babarit tersebut merupakan tradisi lama yang sering dilaksanakan oleh masyarakat pada bulan Dzulkaidah atau bulan Hapit.

"Dalam bulan Hapit masyarakat berpendapat bulan pailit atau bulan yang serba sulit, untuk itu masyarakat melakukan tradisi babarit, sebuah tradisi saling mencicipi makanan tradisional yang dibawa oleh masyarakat dari rumahnya masing-masing," kata Haryanto.

Dia menambahkan, selain tradisi babarit tradisi lainnya yang biasanya dilaksanakan yang kini mulai punah diantaranya tradisi hajat bumi yang biasa dilaksanakan pada bulan Muharam.

Terancamnya kepunahan kedua tradisi tersebut lantaran pelakunya kini sudah banyak yang tutup usia.

"Biasanya tradisi babarit dilaksanakan di perempatan jalan agar masyarakat yang mengikuti tradisi itu mudah mengakses tempat sehingga bisa dikunjungi dari berbagai arah," paparnya.

Haryanto menjelaskan di Kecamatan Sidamulih sendiri kultur masyarakatnya masih memegang adat dan budaya kedaerahan yang sangat kental. Salah satu contoh dalam melaksanakan pernikahan jarang yang menikah ke luar daerah Kecamatan Sidamulih.

"Kebiasaan orang di sini menikah dengan satu kampung, meski pun dalam menjalani rumah tangga mereka melakukan usaha diluar daerah tetapi setelah masa pengsiun kembali ke kampung halaman," jelas Haryanto.

Selain itu, kebanyakan masyarakat di beberapa desa masih sangat menghargai prilaku dan tradisi kebiasaan tradisional salah satu diantaranya mempertahankan tradisi lumbung padi, sebuah bangunan tradisional untuk menyimpan persediaan padi dikala datang masa paceklik.
(nag)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
5 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
5 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
7 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved