Suara Minta Tolong Tak Terdengar, Gatot Berharap Cuma Pingsan
Rabu, 04 Januari 2017 - 13:10 WIB
Suara Minta Tolong Tak Terdengar, Gatot Berharap Cuma Pingsan
A
A
A
BEKASI - Suara minta tolong dari Pajar Sidik (21), yang sebelumnya ditulis (Fajar Sidik) saat ini sudah tidak terdengar ladi di balik reruntuhan proyek pembangunan APartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi. Meski demikian, petugas berharap Pajar masih dalam keadaan hidup.
"Iya kami terakhir mendengar korban minta tolong, sekitar pukul 05.30 WIB. Tapi setelah itu dan sampai sekarang belum ada komunikasi lagi, mudah-mudahan cuma pingsan saja," kata Kasie pengendalian kebakaran dan penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Gatot Sulaiman di Bekasi, Rabu (4/1/2016).
Dia menambahkan, saat ini pihaknya dibantu oleh puluhan anggota kepolisian dan dinas Damkar dari Kota Bekasi.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi, Selatan Kompol Bayu Pratama berharap, korban bisa dievakuasi dalam kondisi hidup. "Mohon doanya," ujarnya.
Bayu pun mengakui, jika proses evakuasi terhadap korban Pajar Sidik sangat sulit dilakukan petugas di lokasi. Sebab, reruntuhan material yang membuat korban terjebak dibawahnya berbahan baja dan beton.
"Proses evakuasinya cukup sulit mas. Karena, material reruntuhannya baja dan beton," jelas Bayu.
"Iya kami terakhir mendengar korban minta tolong, sekitar pukul 05.30 WIB. Tapi setelah itu dan sampai sekarang belum ada komunikasi lagi, mudah-mudahan cuma pingsan saja," kata Kasie pengendalian kebakaran dan penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Gatot Sulaiman di Bekasi, Rabu (4/1/2016).
Dia menambahkan, saat ini pihaknya dibantu oleh puluhan anggota kepolisian dan dinas Damkar dari Kota Bekasi.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi, Selatan Kompol Bayu Pratama berharap, korban bisa dievakuasi dalam kondisi hidup. "Mohon doanya," ujarnya.
Bayu pun mengakui, jika proses evakuasi terhadap korban Pajar Sidik sangat sulit dilakukan petugas di lokasi. Sebab, reruntuhan material yang membuat korban terjebak dibawahnya berbahan baja dan beton.
"Proses evakuasinya cukup sulit mas. Karena, material reruntuhannya baja dan beton," jelas Bayu.
(mhd)