Plt Gubernur DKI Duga Biaya Listrik di Sekolah Belum Masuk E-budgeting

Kamis, 24 November 2016 - 03:26 WIB
Plt Gubernur DKI Duga...
Plt Gubernur DKI Duga Biaya Listrik di Sekolah Belum Masuk E-budgeting
A A A
JAKARTA - Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menyampaikan dua kemungkinan penyebab tunggakan pembayaran listrik hingga 10 bulan yang berujung kepada pemadaman listrik di sejumlah sekolah.

Soni mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan ada 26 sekolah yang mengalami pemutusan listrik. Namun, infonya tidak lebih dari 6 jam, listrik di 24 sekolah langsung dinyalakan kembali agar tidak mengganggu jalannya proses pendidikan.

Soni menjelaskan, tunggakan pembayaran listrik yang sudah berjalan hampir 10 bulan itu disebabkan dua kemungkinan. "Yakni, salah memasukkan data atau sudah dimasukkan tapi tidak ter-record dengan baik," jelas Soni kepada wartawan, Rabu, 23 November 2016 kemarin.

Soni berjanji akan menginstruksikan Inspektorat untuk menyelidiki hal itu agar tidak ada kejadian serupa di masa mendatang. Soni mengatakan, dalam tahap perencanaan penggunaan anggaran 2016 di bawah kepemimpinan Gubernur Ahok, kebutuhan listrik bulanan itu belum dimasukkan ke konsep e-budgeting.

Sehingga, apabila salah input, maka output-nya juga salah. Sebab, untuk menghasilkan output, itu alurnya input, proses, dan output."Jadi matinya listrik kemarin karena ada konsep e-budgeting dalam tahap perencanaan itu salah inputting. Itulah kelemahan teknologi, Kebutuhan listrik bulanan itu belum dimasukkan. Nah ini prosesnya. Jadi kalau belum dimasukkan output-nya mau bayar apa?" ungkapnya.

Untuk memastikan pemadaman listrik di sekolah tidak kembali terjadi, Soni mengaku akan menyelidiki permasalahan tunggakan listrik di sekolah ini. Menurut Soni, pasokan listrik ke sekolah harus diutamakan ketimbang mencari siapa yang salah.

Namun, apabila memang ditemukan kesengajaan, Soni menuturkan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada pihak yang dianggap lalai membayar rekening listrik untuk sekolah-sekolah itu.

"Listrik tidak berjalan, langkah utama bukan administrasinya dulu untuk mencari kesalahan. Tapi bagaimana sekolah-sekolah itu supaya listriknya menyala. Apabila kesalahan ada di Suku Dinas akan kita sanksi. Namun jika kesalahan itu ada pada sistem, dengan alasan teknologi baru, maka sistem itu harus diperbaiki," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Kaji Gratiskan...
Pemprov DKI Kaji Gratiskan Sekolah Swasta, Begini Faktanya
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Keluarga Miskin Dapat Pendidikan Berkualitas
Begini Mekanisme Pendataan...
Begini Mekanisme Pendataan KJP Plus Tahap II 2021 DKI Jakarta
Demi Tumbuh Kembang...
Demi Tumbuh Kembang Anak, Pemprov DKI Siap Laksanakan Program Wajib PAUD
Pemprov DKI Dorong Anak-anak...
Pemprov DKI Dorong Anak-anak di Jakarta Ikut PAUD
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Berita Terkini
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
17 menit yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
29 menit yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
1 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
1 jam yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
1 jam yang lalu
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
1 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved