Kapolri Diminta Tahan Ahok Setelah Diperiksa sebagai Tersangka

Senin, 21 November 2016 - 11:32 WIB
Kapolri Diminta Tahan...
Kapolri Diminta Tahan Ahok Setelah Diperiksa sebagai Tersangka
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta untuk menahan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, Ahok telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukannya beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mengatakan, Tito Karnavian berjanji akan memeriksa Ahok sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama pada Selasa 22 November 2016 esok. Setelah diperiksa, dia meminta, agar polisi tidak bertele-tele dalam menangani kasus itu.

"Kami minta Pak Kapolri, besok langsung tahan Ahok," pinta Pedri melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (21/11/2016).

Menurut Pedri, salah satu persyaratan formal tersangka itu ditahan, selain terdapat ancaman hukuman lima tahun penjara, juga tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Namun, dalam kasus Ahok ini, cagub DKI Jakarta ini berpotensi mengulangi lagi perbuatannya itu. Sebab, saat ini sudah terbukti kalau Ahok kembali memperkeruh suasana.

"Buktinya sudah ada pernyataan Ahok di ABC News Australia yang menyerang peserta aksi 4 November dengan menuduh (massa) aksi dibayar Rp500.000 ribu per orang," tuturnya.

Dalam kasus penistaan agama, kata dia, pelaku seharusnya langsung ditahan, seperti yang dialami Arswendo Atmowiloto, Ahmad Musadeq, Lia Aminuddin alias Lia Eden. Kasus-kasus tersebut bisa menjadi yurispudensi untuk menahan Ahok.

"Maka itu, kami minta Polri langsung menahan Ahok setelah diperiksa sebagai tersangka. Sehingga masyarakat tak perlu lagi turun ke jalan," tuturnya.

Menurut dia, Polri terkesan ragu dalam menangani kasus penistaan agama dengan tersangka Ahok. Selain itu, kata dia, kemajemukan bangsa ini terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya untuk Ahok.

"Permasalahan ini sudah terlalu berlarut-larut dan menimbulkan banyak efek negatif sehingga menjadi ancaman terhadap kemajemukan bangsa. Terlalu mahal jika persatuan bangsa ini dipertaruhkan hanya karena seorang Ahok," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Forum Umat Islam Sumsel...
Forum Umat Islam Sumsel Minta Pendeta Saifudin Ditangkap
Aksi Tolak Ajaran Ponpes...
Aksi Tolak Ajaran Ponpes Al Zaytun Meluas
Komika Jadi Tersangka...
Komika Jadi Tersangka Penistaan Agama, Pengamat Ingatkan Bahayanya Pembelahan Masyarakat
Polisi Diminta Netral...
Polisi Diminta Netral Tangani Kasus Dugaan Penistaan Agama di Aceh
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
7 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
10 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
11 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
11 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
12 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved