Bawaslu Sebut Aktor Penolak Kampanye Ahok Belum Mengarah ke Paslon Lain

Sabtu, 19 November 2016 - 18:59 WIB
Bawaslu Sebut Aktor...
Bawaslu Sebut Aktor Penolak Kampanye Ahok Belum Mengarah ke Paslon Lain
A A A
JAKARTA - Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) untuk Pilgub DKI Jakarta telah meneruskan satu laporan tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat ke Polda Metro Jaya terkait penolakan kampanye.

‪Meski demikian, Bawaslu DKI yang tergabung dalam sentra Gakkumdu belum bisa memastikan pelaku mengarah kepada tim pasangan calon (paslon) lainnya.

‪"Berdasarkan hasil klarifikasi yang kami lakukan lewat pemanggilan saksi dan bukti yang ada, ternyata pelaku itu belum mengarah terhadap salah satu paslon. Sebab, latar belakangnya pun bukan berasal dari tim sukses (timses) mana pun," ujar Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu DKI Jakarta, Muhamad Jufri, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

‪Karena itu, pihaknya belum dapat menetapkan secara pasti latar belakang penolakan oleh warga kepada Ahok-Djarot. Saat ini Bawaslu sudah melimpahkan kasus kepada pihak kepolisian.

‪"Penyidikan sudah dilakukan. Nantinya ada pengembangan kasus atau tidak, itu menjadi kewenangan kepolisian," tambah Jufri.

‪Sebelumnya, Aliansi masyarakat sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) dan Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB) mengungkapkan gangguan kampanye pasangan nomor dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat merupakan hasil rekayasa dan bukan spontanitas masyarakat.

‪Menurut catatan Almisbat dan RPJB, selama kampanye Pilkada DKI mulai 28 Oktober 2016, sudah ada empat kali gangguan dan intimidasi terhadap kampanye yang dilakukan pasangan nomor urut dua ini. Gangguan dan intimidasi terjadi saat Ahok kampanye di Jagakarsa pada 31 Oktober 2016 dan di Rawabelong pada 2 November 2016.

‪Sementara gangguan dan intimidasi kampanye juga terjadi saat Djarot kampanye di Cilincing, Jakarta Utara, pada 2 November 2016 dan di Kebayoran Lama pada 6 November 2016.

‪Bentuk gangguan tersebut tidak hanya berupa penghadangan, protes, dan ujaran kebencian bernada SARA, bahkan ada yang cenderung sudah mengancam keselamatan kandidat.
(ysw)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved