Jadi Tersangka, Dukungan Ahok Anjlok hingga Tinggal 10-11%
Jum'at, 18 November 2016 - 16:19 WIB
Jadi Tersangka, Dukungan Ahok Anjlok hingga Tinggal 10-11%
A
A
A
JAKARTA - Status tersangka Basuki T Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama membuat popularitasnya turun drastis. Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkini, dukungan terhadap Ahok tinggal 10-11%.
Menurut peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya mulai 31 September-5 November 2016, elektabilitas Ahok menurun drastis. "Sekitar 60 persen dari 24,6 persen pendukung lamanya pergi. Paling mencolok ternyata pendukung yang meninggalkan Ahok itu adalah pemilih PDIP," katanya saat konferensi Pers di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).
Ardian menambahkan, saat ini yang masih bertahan untuk mendukung Ahok tingga 10-11 persen dari pemilih Jakarta. "Mereka (Pemilih) ini militannya Ahok. Tetapi jumlahnya tidak mencukupi suara Ahok bahkan untuk lolos keputaran pertama," terangnya. (Baca: Resmi, Ahok Tersangka Penistaan Agama)
Kendati terasa sulit untuk lolos di puataran pertama, Ahok bisa saja membuat kejutan jika masa tiga bulan ini dimanfaatkan dengan baik. "Dalam politik semua hal bisa terjadi. Bisa saja Ahok lolos ke putaran kedua jika tim suksesnya bekerja dengan baik," ujarnya.
Survei terbaru LSI Denny JA ini dilakukan pada tanggal 31 Oktober- 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden.
Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview).
Ardian mengakui, saat survei dilakukan Ahok memang belum berstatus tersangka. Namun responden telah ditanya perihal dukungan bila Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. "Hasilnya terjadi penurunan dukungan yang signifikan terhadap Ahok-Djarot," terangnya.
Setelah Ahok menjadi tersangka, dukungan untuk Ahok hanya di angka 10.6%. Ada 40% dari 24.6 persen pendukung bertahan mendukung Ahok-Djarot (10,6% dari 24,6%). Tetapi jumlah yang lebih besar 60% pendukung lama meninggalkan Ahok (14% dari 24,6%).
Menurut peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya mulai 31 September-5 November 2016, elektabilitas Ahok menurun drastis. "Sekitar 60 persen dari 24,6 persen pendukung lamanya pergi. Paling mencolok ternyata pendukung yang meninggalkan Ahok itu adalah pemilih PDIP," katanya saat konferensi Pers di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).
Ardian menambahkan, saat ini yang masih bertahan untuk mendukung Ahok tingga 10-11 persen dari pemilih Jakarta. "Mereka (Pemilih) ini militannya Ahok. Tetapi jumlahnya tidak mencukupi suara Ahok bahkan untuk lolos keputaran pertama," terangnya. (Baca: Resmi, Ahok Tersangka Penistaan Agama)
Kendati terasa sulit untuk lolos di puataran pertama, Ahok bisa saja membuat kejutan jika masa tiga bulan ini dimanfaatkan dengan baik. "Dalam politik semua hal bisa terjadi. Bisa saja Ahok lolos ke putaran kedua jika tim suksesnya bekerja dengan baik," ujarnya.
Survei terbaru LSI Denny JA ini dilakukan pada tanggal 31 Oktober- 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden.
Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview).
Ardian mengakui, saat survei dilakukan Ahok memang belum berstatus tersangka. Namun responden telah ditanya perihal dukungan bila Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. "Hasilnya terjadi penurunan dukungan yang signifikan terhadap Ahok-Djarot," terangnya.
Setelah Ahok menjadi tersangka, dukungan untuk Ahok hanya di angka 10.6%. Ada 40% dari 24.6 persen pendukung bertahan mendukung Ahok-Djarot (10,6% dari 24,6%). Tetapi jumlah yang lebih besar 60% pendukung lama meninggalkan Ahok (14% dari 24,6%).
(ysw)