Kalah di PTTUN, Ini yang Dilakukan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 23:04 WIB
Kalah di PTTUN, Ini...
Kalah di PTTUN, Ini yang Dilakukan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta
A A A
JAKARTA - Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta menyatakan tetap melawan reklamasi Teluk Jakarta meski gugatan nelayan atas reklamasi Pulau G dikalahkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

Kuasa hukum penggugat dari LBH Jakarta, Tigor Hutapea mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu pemberitahuan putusan secara resmi atau tertulis dari pengadilan PTTUN.

"Kami juga sedang menyiapkan upaya hukum lainnya sebagai bentuk perlawanan," kata Tigor dalam konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

Tigor membeberkan, bentuk upaya hukum yang akan dilakukan koalisi diantaranya dalam bentuk gugatan atas kerusakan lingkungan hidup di Pengadilan Negeri, laporan atas dugaan tindak pidana lingkungan, hingga pelaporan mala adminsitrasi.

Menurut Tigor, langkah hukum di atas didasarkan pada fakta bahwa reklamasi Teluk Jakarta telah dilakukan dengan cara-cara tidak benar. Buktinya, lanjut Tigor, tergambar dalam proses persidangan gugatan di Pengadila Tata Usaha Negara (PTUN) yang dimenangkan oleh nelayan.

Bukti lainnya, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup memberikan sanksi terhadap para pengembang. "Bukti lain bahwa reklamasi ini bermasalah adalah dilakukannya pengkajian ulang reklamasi oleh Bappenas," ucap Tigor.

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta berjanji akan terus berjuang sampai reklamasi disetop permanen. Anggota koalisi, Farid Ridwanuddin mengatakan, karena dari berbagai perspektif, reklamasi tidak ada sisi kebaikannya.

"Kita tidak menemukan hal positif untuk kehidupan masyarakat, kecuali keuntungan pengembang. Justru sisi keburukan yang dilahirkan dari reklamasi," kata Farid.

Tak hanya menimbulkan dampak negatif warga Jakarta, megaproyek reklamasi juga disebut peneliti Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) ini merugikan warga masyarakat dari berbagai daerah. Farid menyebutkan, peroyek reklamasi telah merugikan masyarakat Banten, hingga masyarakat Lampung.

"Di Kabupaten Tulangbawang, itu daerah perbukitan, saya mendengar langsung dan melihat langsung ada proses pengambilan pasir besar-besaran," beber Farid.

Farid menemui sejumlah warga tidak jauh dari lokasi perbukitan yang dihancurkan dan diambil pasirnya untuk mengurug laut Teluk Jakarta. Warga mengetahuinya bahwa perbukitan dihancurkan oleh pengembang reklamasi, namun tidak bisa berbuat banyak.

Padahal, dampak atau kerusakan lingkungan yang disebabkan dari penghancuran perbukitan sangat besar bagi kehidupan warga sekitar. Baik bagi ketersediaan air, penghidupan warga hingga kerusakan lingkungan itu sendiri.

Farid pun kembali mengingatkan pemerintah bahwa reklamasi Teluk Jakarta telah menghancurkan laut dan menghancurkan daratan. Dia meminta pemerintah agar benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia dalam jangka panjang, bukan kepentingan sempit.

"Reklamasi jelas merusak laut dan darat. Kita meminta pemerintah segera menghentikan proyek ini," ucap Farid.
(ysw)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
17 menit yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
5 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved