Lintas Pemuda Etnis Nusantara Ajak Warga Jakarta Jauhi Isu SARA
Minggu, 09 Oktober 2016 - 20:51 WIB
Lintas Pemuda Etnis Nusantara Ajak Warga Jakarta Jauhi Isu SARA
A
A
A
JAKARTA - Massa yang tergabung dalam Lintas Pemuda Etnis Nusantara menggelar aksi damai di kawasan Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (9/10/2016) pagi.
Adapun aksi itu mengajak warga untuk menggelar aksi damai untuk Pilkada Serentak 2017. Dengan mengusung sejumlah poster dan atribut, mereka mengajak warga yang hadir di Car Free Day untuk menolak kampanye bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
"Mari kita jaga kebhinekaan dengan tidak menggunakan Sara di Pilkada," ujar koordinator aksi Imam Aulia.
Imam mengatakan, Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa dan agama. Begitu juga Jakarta. sebagai miniatur bangsa, ibu kota memiliki keragaman suku etnis dan agama.
"Siapapun calon gubernurnya, kita minta junjung tinggi kebhinekaan. Jauhi SARA," tegas dia.
Imam menambahkan sukses Pilkada 2017, termasuk di Jakarta bukan semata tanggung jawab KPU selaku penyelenggara dan polisi selaku pengaman. Sukses pilkada adalah tanggung jawab semua.
"Siapa pun yang menang, itulah kemenangan rakyat. Jakarta milik kita bersama, mari kita jaga bersama-sama," kata Imam.
Adapun aksi itu mengajak warga untuk menggelar aksi damai untuk Pilkada Serentak 2017. Dengan mengusung sejumlah poster dan atribut, mereka mengajak warga yang hadir di Car Free Day untuk menolak kampanye bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
"Mari kita jaga kebhinekaan dengan tidak menggunakan Sara di Pilkada," ujar koordinator aksi Imam Aulia.
Imam mengatakan, Indonesia adalah negara dengan beragam suku bangsa dan agama. Begitu juga Jakarta. sebagai miniatur bangsa, ibu kota memiliki keragaman suku etnis dan agama.
"Siapapun calon gubernurnya, kita minta junjung tinggi kebhinekaan. Jauhi SARA," tegas dia.
Imam menambahkan sukses Pilkada 2017, termasuk di Jakarta bukan semata tanggung jawab KPU selaku penyelenggara dan polisi selaku pengaman. Sukses pilkada adalah tanggung jawab semua.
"Siapa pun yang menang, itulah kemenangan rakyat. Jakarta milik kita bersama, mari kita jaga bersama-sama," kata Imam.
(dam)