LSI: Tingkat Ketidaksukaan Pemilih Muslim ke Ahok Meningkat
Sabtu, 08 Oktober 2016 - 09:49 WIB
LSI: Tingkat Ketidaksukaan Pemilih Muslim ke Ahok Meningkat
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny-JA, tingkat ketidaksukaan pemilih muslim terus saja meningkat dari bulan ke bulan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pada Maret 2016 angkanya mencapai 40% meningkat drastis pada September 2016 yang mencapai 55%.
Hal tersebut tentu menjadi baru sandungan bagi calon petahana Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
"Ke depan selalu potensial meningkat," ujar peneliti LSI Denny-JA, Ardian Sopa di kantornya, Jumat 7 Oktober 2016.
Dia melanjutkan, penyebab meningkatnya ketidaksukaan salah salah satunya karena ulah Ahok sendiri. Dengan salah merespons setiap isu SARA, seperti mengutip tafsiran surat Al-Maidah.
"Respons semakin meluas atas kutipan Ahok yang 'ditafsirkan' negatif terhadap surat Al-Maidah," tambahnya.
Selain ulah sendiri, imbauan MUI supaya umat muslim tidak memilih gubernur non muslim meningkatkan ketidaksukaan. Ironisnya hampir 90%, pemilih DKI Jakarta merupakan umat muslim.
Hal tersebut tentu menjadi baru sandungan bagi calon petahana Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
"Ke depan selalu potensial meningkat," ujar peneliti LSI Denny-JA, Ardian Sopa di kantornya, Jumat 7 Oktober 2016.
Dia melanjutkan, penyebab meningkatnya ketidaksukaan salah salah satunya karena ulah Ahok sendiri. Dengan salah merespons setiap isu SARA, seperti mengutip tafsiran surat Al-Maidah.
"Respons semakin meluas atas kutipan Ahok yang 'ditafsirkan' negatif terhadap surat Al-Maidah," tambahnya.
Selain ulah sendiri, imbauan MUI supaya umat muslim tidak memilih gubernur non muslim meningkatkan ketidaksukaan. Ironisnya hampir 90%, pemilih DKI Jakarta merupakan umat muslim.
(kri)