Tragis, Pelajar SMA Ini Harakiri di Depan Ayah dan Ibunya
Kamis, 29 September 2016 - 22:11 WIB
Tragis, Pelajar SMA Ini Harakiri di Depan Ayah dan Ibunya
A
A
A
KAPUAS - Seorang pelajar SMA di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menusukkan pisau ke dadanya sendiri.
Pelajar nahas itu adalah Rahmadi (16), warga Desa Mantangai Hilir, RT 4, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Peristiwa tragis ini terjadi sore tadi, sekitar pukul 16.30 Wib.
Diceritakan ibu korban, Rusmiyati (50), pulang dari sekolah Rahmadi masuk ke dalam rumah dan meminta rokok kepada ayahnya Rokim (51) yang saat itu sedang nonton televisi.
Setelah itu, Rahmadi izin ke dapur. Tak lama kemudian Rahmadi keluar dari ruang dapur sambil mengangkat bajunya untuk memperlihatkan kepada ibunya luka tusuk di dada dan sambil berkata. "Ma, duluan saya".
Saat itu juga Rahmadi roboh di hadapan kedua orangtuanya. Hal itu pun membuat sang ayah dan ibu korban kaget. "Setelah saya cek dada kiri berlumuran darah," ujar sang ibu sambil menangis di rumah duka, Kamis (29/9/2016).
Ternyata, korban menusuk diri sendiri dengan menggunakan pisau yang ada di dapur.
Kapolsek Mantangai AKP Amri menuturkan, setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, anggota polsek langsung turun ke lokasi kejadian. Bersama kedua orang tua, korban dibawa ke puskesmas di Desa Mantangai Hilir, Kecamatan Mantangai.
Namun sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Ditanya terkait motif korban sehingga nekat bunuh diri, AKP Amri masih belum bisa memastikan.
"Penyebab belum bisa kita pastikan. Saat ditanya kepada orang tuanya apakah korban punya masalah, orang tuanya juga tidak tahu karena Rahmadi merupakan anak yang pendiam. Kasus ini masih kami dalami," jelas Kapolsek Mantangai.
Pelajar nahas itu adalah Rahmadi (16), warga Desa Mantangai Hilir, RT 4, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Peristiwa tragis ini terjadi sore tadi, sekitar pukul 16.30 Wib.
Diceritakan ibu korban, Rusmiyati (50), pulang dari sekolah Rahmadi masuk ke dalam rumah dan meminta rokok kepada ayahnya Rokim (51) yang saat itu sedang nonton televisi.
Setelah itu, Rahmadi izin ke dapur. Tak lama kemudian Rahmadi keluar dari ruang dapur sambil mengangkat bajunya untuk memperlihatkan kepada ibunya luka tusuk di dada dan sambil berkata. "Ma, duluan saya".
Saat itu juga Rahmadi roboh di hadapan kedua orangtuanya. Hal itu pun membuat sang ayah dan ibu korban kaget. "Setelah saya cek dada kiri berlumuran darah," ujar sang ibu sambil menangis di rumah duka, Kamis (29/9/2016).
Ternyata, korban menusuk diri sendiri dengan menggunakan pisau yang ada di dapur.
Kapolsek Mantangai AKP Amri menuturkan, setelah mendapat laporan dari pihak keluarga, anggota polsek langsung turun ke lokasi kejadian. Bersama kedua orang tua, korban dibawa ke puskesmas di Desa Mantangai Hilir, Kecamatan Mantangai.
Namun sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Ditanya terkait motif korban sehingga nekat bunuh diri, AKP Amri masih belum bisa memastikan.
"Penyebab belum bisa kita pastikan. Saat ditanya kepada orang tuanya apakah korban punya masalah, orang tuanya juga tidak tahu karena Rahmadi merupakan anak yang pendiam. Kasus ini masih kami dalami," jelas Kapolsek Mantangai.
(san)