Ini Alasan Kedua Kelopak Mata Ilyas Karim Selalu Diplester

Jum'at, 02 September 2016 - 22:11 WIB
Ini Alasan Kedua Kelopak...
Ini Alasan Kedua Kelopak Mata Ilyas Karim Selalu Diplester
A A A
JAKARTA - Dalam beberapa kali kesempatan, Veteran perang sekaligus korban penggusuran, Letkol Purnawirawan Ilyas Karim (88) selalu terlihat dengan kelopak mata yang ditempel plester ke keningnya. Ternyata, hal itu sengaja dilakukan pengibar bendera pusaka pertama kali itu karena punya riwayat penyakit katarak.

Anak ketiga Ilyas, Daniel mengatakan, sejatinya, pada usianya yang ke 88 itu, ayahnya kerap dilanda sakit. Salah satu sakit yang dikhawatirkannya itu jantung.

Beruntung sakitnya itu memang belum begitu parah. Sebab, ayahnya itu selalu bersemangat untuk melakukan kontrol akan kesehatannya itu. (Baca: Veteran Pejuang dan Pengibar Pertama Bendera Pusaka Ini Akan Melawan Penggusuran)

"Tiap Minggu itu bapak sering kontrol ke RSPAD memeriksakan kondisi kesehatannya. Dia periksa jantungnya yang sakit itu. Namanya juga sudah berumur yah, jadi ada saja sakitnya," ujarnya saat berbincang di Rawajati Barat, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).

Menurutnya, adapun alasan ayahnya itu selalu mengenakan plester di kelopak matanya itu, karena kelopak matanya itu telah copot. Copotnya kelopak mata veteran perang itu terjadi usai Ilyas menjalani operasi katarak.

"Sekarang sudah normal kalau matanya (bisa melihat), dahulu dia katarak. Kalau plester itu karena kelopak matanya copot jadi dikasih itu biar bisa merem melek," tuturnya.

Kini, setelah tahu rumah ayahnya itu dibongkar Pemkot Jakarta Selatan, dia yang tinggal di Semarang itu pun datang ke Jakarta menjemput ayahnya. Dia lantas menghubungi anak keempat Ilyas yang tinggal di kawasan Cakung, Jakarta Timur untuk menampung ayahnya itu.

"Kalau ibu kan sehat-sehat saja. Jadi sekarang bapak sama ibu tinggal di rumah adik saya di Cakung. Masa iya sih kami sebagai anaknya menelantarkan bapak begitu saja sedang rumah yang disayanginya itu dibongkar paksa," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
11 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
41 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved