Ayah dan Anak Pemukul Guru hingga Berdarah Ditetapkan Tersangka

Kamis, 11 Agustus 2016 - 11:01 WIB
Ayah dan Anak Pemukul...
Ayah dan Anak Pemukul Guru hingga Berdarah Ditetapkan Tersangka
A A A
MAKASSAR - Polsekta Tamalate, Makassar di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kamis (11/8) pagi di datangai Ribuan Siswa SMKN 2 Makassar dan para guru yang tergabung dalam PGRI.

Mereka menuntut polisi menghukum seberat-beratnya, orangtua dan siswa yang melakukan pemukulan terhadap salah seorang guru.

Ketua PGRI Sulsel, Prof Wasir Thalib mengecam aksi pemukulan yang dilakukan orangtua siswa terhadap guru. Apalagi katanya, pelaku, Adnan Achmad juga merupakan alumnus sekolah SMK Negeri 2 Makassar.

"Kami sangat menyayangkan dan kecewa kejadian ini, orangtua yang juga alumnus sekolah itu tega melakukan perbuatan tidak terpuji. Kami percaya kepolisian akan mengambil langkah tegas ," ujar Wasir.

Selain itu, untuk menghadapi proses hukum, PGRI telah menunjuk dua penasehat hukum dari Kantor Pengacara Akbar Faisal, yakni Azis Pangeran dan Lisa Wirayulhani.

Sedangkan, Kapolsek Tamalate Kompol Azis Yunus menerangkan jika kedua pelaku ayah dan anak , Adnan Achmad serta siswa MAS (15) , sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka akibat pengeroyokan terhadap Dasrul. Mereka juga sekaligus resmi ditahan di Mapolsek sejak kemarin.

"Keduanya sudah kami tetapkan tersangka dan sudah ditahan, namun pastinya untuk anaknya kita gunakan perlakuan khusus, karena masih anak di bawah umur," jelas Azis.

Keduanya dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Terpisah, salah satu siswa sekaligus wakil ketua Ozis SMK Negeri 2 Makassar Zulhajir Hamdillah mengaku sangat kecewa dengan perlakuan rekan angkatannya itu terhadap guru mereka. Ia menyebutkan sosok MAS memang terkenal sering melawan guru.

Bahkan katanya, banyak saksi yang melihat kejadian dalam ruang kelas sebelum pemukulan , MAs memang ditegur Dasrul sebab tidak membawa kertas gambar, namun dia malah mengatai gurunya dengan kata kasar dalam bahasa Makassar.

"Jadi pak Dasrul pukul mulutnya, bukanyi ditampar, hanya mulutnya sebagai pembinaan," ungkap Zulhajir saat ditemui di Polsek.

Setelah itu, Dasrul meninggalkan MAS untuk kembali mengajar. Namun siswanya itu malah mencoba menendang nya dari belakang, tapi sebelumnya MAS terjatuh di lantai. "Dia jatuh sendiri, baru dia lapor sama bapaknya kalau diinjak-injak," tuturnya.

Semua siswa dan guru akhirnya sepakat meninggalkan Mapolsek setelah mendapat penjelasan terkait penanganan kasus itu.

Selanjutnya Pengurus PGRI Sulsel dan Kota Makassar serta Dewan Pendidikan Sulsel mendatangi Kantor DPRD kota untuk mendesak regulasi yang menjamin keselamatan guru.
(nag)
Berita Terkait
Wapres Minta Kekerasan...
Wapres Minta Kekerasan dalam Dunia Pendidikan Dihentikan
Kawal Kekerasan di Dunia...
Kawal Kekerasan di Dunia Pendidikan, Nadiem Makarim Tekankan Hal Ini
Melindungi Dunia Pendidikan...
Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham dan Gerakan Kekerasan
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
27 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
44 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
53 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved