Lelang ERP Dimulai, DKI Percepat Pengadaan Bus

Rabu, 03 Agustus 2016 - 03:34 WIB
Lelang ERP Dimulai,...
Lelang ERP Dimulai, DKI Percepat Pengadaan Bus
A A A
JAKARTA - Uji coba sistem ganjil-genap di sembilan jalan protokol masih belum optimal mengatasi kemacetan. Sambil evaluasi, Pemprov DKI mempercepat pengadaan bus untuk mendukung sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) yang kini sudah dilelang.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Wakadishubtrans) DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, uji coba sistem ganjil-genap memang masih banyak pelanggaran. Namun, hal itu tidak akan mengurungkan niat DKI untuk tetap memberlakukanya pada 30 Agustus mendatang.

Sebab, kata dia, pengganti sistem ganjil genap yang dianggap sebagai sistem pengendalian paling ideal, yakni ERP sudah dilelang menggunakan Pergub No 149/2016 yang sudah ditandatangani pada Jumat, 29 Juli 2016 lalu. "Evaluasi ganjil genap kita terus lakukan dengan sosialisasi. Kami fokus untuk mendukung infrastruktur berlakunya ERP, khususnya pencapaian target pengadaan 3.406 bus hingga akhir 2017. Sehingga, ketika ERP berlaku 2018, angkutan umumnya sudah memadai," kata Sigit saat dihubungi, Selasa, Agustus 2016 kemarin.

Sigit menjelaskan, lelang ERP menggunakan skema kerja sama pembelian kembali ketika sudah selesai dibangun. Lelangnya sendiri dilakukan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan Berbayar Elektronik (JBE) di bawah Dishubtrans.

Menurutnya, dalam rangka efisiensi penggunaan APBD untuk suatu kebijakan yang membutuhkan investasi besar, BLU diperbolehkan untuk melakukan lelang. Hal tersebut pun diatur dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No 61/2007.

Hingga saat ini, lanjut Sigit, sudah ada 15 perusahaan swasta yang mendaftarkan diri di LPSE.Jakarta.go.id untuk mengikuti proses lelang. Dia menargetkan pemenang lelang akan didapat pada 8-12 bulan mendatang.

Sigit berharap agar PT Transportasi Jakarta mempercepat pengadaan 3.406 bus yang direncanakan agar ketika sistem ERP beroperasi, masyarakat bisa meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke angkutan umum.

"Jangan terlalu mengandalkan pengadaan bus sendiri. Rangkul operator existing. PT Transportasi Jakarta fokus saja dalam penetapapan spek kendaraan dan besaran rupiah perkilometer yang harus dibayar," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Hari Pertama, Ratusan Kendaraan Masih Nekat Masuk Puncak
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap Jakarta 2025
4 Tips Hadapi Ganjil...
4 Tips Hadapi Ganjil Genap Jakarta, Nomor 2 Tinggal Duduk Manis
Polisi Pertimbangkan...
Polisi Pertimbangkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap di Bogor
Larangan Ganjil Genap...
Larangan Ganjil Genap Makin Meluas, Ini Cara Menghindari Tilang Berbekal Google Maps
Berita Terkini
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
2 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
5 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
5 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
7 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
7 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved