DPRD Nilai Pemprov DKI Belum Siap Uji Coba Sistem Ganjil Genap

Selasa, 19 Juli 2016 - 02:25 WIB
DPRD Nilai Pemprov DKI...
DPRD Nilai Pemprov DKI Belum Siap Uji Coba Sistem Ganjil Genap
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menilai Pemprov DKI belum siap melakukan ujicoba pemberlakuan ganjil genap untuk mengganti penghapusan kawasan 3 in 1. Bila hasil ujicoba tidak bagus, DPRD menyarankan DKI membatalkan sistem ganjil genap dan mempercepat sistem pengendalian jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP).

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Tubagus Arief mengatakan, kajian mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang menyatakan kemacetan total akan terjadi pada 2014 akhirnya terlihat saat ini. Terlebih tidak adanya kawasan 3 in 1 sebagai pengendali lalu lintas.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, lanjut Arief, kendaraan dari utara ke selatan dan sebaliknya pada ruas jalan Sudirman-Thamrin tengah mencapai sekitar 6.000 kendaraan per jam atau naik sebanyak 24,3 persen dari sebelum dihapusnya kawasan 3 in 1.

"Nah kami ingin lihat bagaimana kesiapan DKI berlakukan ujicoba ganjil genap pekan depan. Meski dibilang oke, tapi kami belum lihat dasar hukum yang digunakan untuk menjalankan ganjil genap. Termasuk teknis tilangnya. Sebelum ujicoba, kami akan diskusi lagi bersama kepolisian sebagai penegak hukumnya," kata Tubagus Arief usai diskusi dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016).

Arief menjelaskan, untuk mengatasi kemacetan di Jakarta sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2014 tentang transportasi yang didalamnya mengatur pola transportasi makro (PTM). Dalam PTM, selain memperbaiki dan mengintegrasikan transportasi umum, dibutuhkan pengendalian lalu lintas serta penambahan ruas jalan.

Hingga saat ini, lanjut Arief, DKI sedang melakukan itu semua. Mulai dari pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), bus Rapid Transit (BRT), jalan layang busway Cildeug-Tendean, jalan layang Semanggi dan sebagainya. Sayangnya, pengendalian yang sudah ada malah dihapus sebelum ada penggantinya yang jelas dapat mengurangi kemacetan.

"Kami sangat terkejut kawasan 3 in 1 dihapus sebelum ada ERP. Kami ingin melihat bagaimana teknis penerapan ganjil genap di lapangan. Jangan sampai malah menambah kemacetan. Kalau sampai itu terjadi, kami minta agar DKI tidak memberlakukan ganjil genap dan percepat ERP," jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
DPRD DKI Usul Ganjil...
DPRD DKI Usul Ganjil Genap Jakarta 24 Jam, Heru Budi: Ide Bagus
Omicron Naik, DPRD DKI...
Omicron Naik, DPRD DKI Minta Ganjil Genap Dihentikan Sementara
Anggota DPRD DKI F-PSI...
Anggota DPRD DKI F-PSI Langgar Ganjil Genap, Gerindra: Yang Bikin Perda Harusnya Jadi Contoh
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap di Jakarta 2025
Ini Perbedaan Ganjil...
Ini Perbedaan Ganjil Genap Kota Bogor dengan DKI Jakarta
Sistem Ganjil Genap...
Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Diberlakukan Pekan Depan
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
3 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Seriusi...
Pemprov DKI Seriusi Kajian Penerapan Ganjil Genap Sepeda Motor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved