Sempat Tolak Pinangan Gerindra, Ini Kata Pengamat Soal Sikap Buwas
Minggu, 10 Juli 2016 - 06:01 WIB
Sempat Tolak Pinangan Gerindra, Ini Kata Pengamat Soal Sikap Buwas
A
A
A
JAKARTA - Penolakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso terhadap pinangan Partai Gerindra untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu bukanlah bersikap pasti. Pasalnya, belakangan ini nama pria yang biasa disapa Buwas itu kembali muncul.
"Tidak ada yang konstan, ketika diucapkan oleh Buwas untuk menolak jadi Cagub ternyata dinamika politik terakhir kembali memunculkan nama beliau," kata Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing saat dihubungi Sindonews, Sabtu 9 Juli 2016.
Emrus menjelaskan, manakala ada dukungan dari partai politik (parpol) dan mantan Kabareskrim itu menerima pinangan parpol, bukan tidak mungkin Buwas tidak akan maju di Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Saya mengapresiasi jika Bung Buwas dicalonkan. Hal ini terlihat dari kepemimpinan dirinya di BNN yang tegas bilamana menjadi gubernur, maka dirinya pasti berani dengan tetap melakukan pendekatan humanis," katanya.
Sebelumnya, Buwas sempat menolak pinangan Partai Gerindra. Alasannya, Buwas bukanlah orang yang paham politik. "Enggak lah. Kita (saya) enggak ahli di bidang itu (politik). Kita (saya) profesional kan polisi, tugas dari negara sebagai Kepala BNN," katanya di Jakarta, Senin 21 Maret 2016.
Baca: Buwas Tolak Pinangan Gerindra Jadi Cagub DKI Jakarta
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang memunculkan kembali nama Buwas. Dia mengatakan, peluang Budi Waseso maju sebagai calon gubernur (cagub) DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra semakin besar.
"Kami mengusulkan Buwas akan diduetkan sebagai cagub (DKI) berdampingan dengan Sandiaga Uno sebagai cawagub. Dalam beberapa hari terakhir ini telah terjadi komunikasi intensif dengan kawan-kawan di DPP dan Fraksi Gerindra di DPR RI yang mengerucut pada pencalonan Buwas," kata Waketum DPP Partai Gerindra ini.
Baca: Peluang Budi Waseso Maju sebagai Cagub DKI Makin Besar
"Tidak ada yang konstan, ketika diucapkan oleh Buwas untuk menolak jadi Cagub ternyata dinamika politik terakhir kembali memunculkan nama beliau," kata Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing saat dihubungi Sindonews, Sabtu 9 Juli 2016.
Emrus menjelaskan, manakala ada dukungan dari partai politik (parpol) dan mantan Kabareskrim itu menerima pinangan parpol, bukan tidak mungkin Buwas tidak akan maju di Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Saya mengapresiasi jika Bung Buwas dicalonkan. Hal ini terlihat dari kepemimpinan dirinya di BNN yang tegas bilamana menjadi gubernur, maka dirinya pasti berani dengan tetap melakukan pendekatan humanis," katanya.
Sebelumnya, Buwas sempat menolak pinangan Partai Gerindra. Alasannya, Buwas bukanlah orang yang paham politik. "Enggak lah. Kita (saya) enggak ahli di bidang itu (politik). Kita (saya) profesional kan polisi, tugas dari negara sebagai Kepala BNN," katanya di Jakarta, Senin 21 Maret 2016.
Baca: Buwas Tolak Pinangan Gerindra Jadi Cagub DKI Jakarta
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang memunculkan kembali nama Buwas. Dia mengatakan, peluang Budi Waseso maju sebagai calon gubernur (cagub) DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra semakin besar.
"Kami mengusulkan Buwas akan diduetkan sebagai cagub (DKI) berdampingan dengan Sandiaga Uno sebagai cawagub. Dalam beberapa hari terakhir ini telah terjadi komunikasi intensif dengan kawan-kawan di DPP dan Fraksi Gerindra di DPR RI yang mengerucut pada pencalonan Buwas," kata Waketum DPP Partai Gerindra ini.
Baca: Peluang Budi Waseso Maju sebagai Cagub DKI Makin Besar
(mhd)