Jalur Utama dan Alternatif Mudik Lumpuh Total

Minggu, 03 Juli 2016 - 21:26 WIB
Jalur Utama dan Alternatif...
Jalur Utama dan Alternatif Mudik Lumpuh Total
A A A
BREBES - Kemacetan arus mudik mencapai puncaknya hari ini. Semua jalur-jalur utama maupun alternatif untuk mudik darat lumpuh total berjam-jam. Kemacetan lalu lintas mudik ini tercatat lebih parah dibanding tahun lalu.

Hingga malam ini, jalur yang lumpuh terjadi di Bebes, Tegal, Pemalang, hingga Pekalongan. Antrean juga terjadi di Jalan Tol Kanci-Pejagan-Brebes Timur yang panjangnya lebih dari 30 km.

Kemacetan parah ini sudah terlihat sejak pagi, karena sehari sebelumnya kendaraan yang masuk jalur ini juga sudah membeludak.

Usai keluar dari Gerbang tol Martapada Cirebon, kendaraan yang mayoritas mengarah ke Jateng, Jatim, dan Yogya ini langsung merayap, bahkan lebih sering tak bergerak.

Cuaca terik dan macet berjam-jam membuat pemudik jengah. Banyak dari mereka istirahat seadanya di pinggir tol. Kondisi ini dimanfaatkan para pengasong masuk ke tol.

Di luar tol, kemacetan makin tak terkendali. Di Losari Brebes, kepadatan lalu lintas luar biasa, karena banyak pemudik dengan mobil pribadi keluar sebelum tol Kanci-Pejagan.

Lantaran menembus jalur pantura Brebes kian sulit, banyak pemudik putar balik dan mencari jalur alternatif lewat Ciledug-Ketanggungan.

"Saya sudah 12 jam dari Jakarta, kalau saya paksa masuk Brebes bisa semakin lama nanti," ujar Surono, pemudik tujuan Semarang, Minggu (3/7/2016).

Kemacetan di exit tol Pejagan yang mengarah ke Ketanggungan atau Purwokerto juga di luar batas kesabaran pengendara. Membanjirnya pemudik membuat semua lajur dikuasai pengendara dari utara.

Imbasnya, kendaraan dari arah sebaliknya tak berkutik dan menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik. Kendaraan lebih banyak parkir di jalan. Rata-rata kecepatan 1-3 km/jam.

Kekacauan makin terjadi karena tak ada polisi yang mengatur lalu lintas di ruas ini. Dalam kondisi menunggu arus cair yang tak tentu, banyak pengendara mematikan mesin mobilnya dan keluar dari kendaraan.

"Saya sudah 4 jam, tapi baru menempuh perjalanan 4 km," ujar Lukman, pemudik asal Pamulang, Tangsel, tujuan Grobogan, Jawa Tengah.

Dari pantauan hari ini, jalur alternatif Ketanggungan, Slawi, Moga, Pemalang, juga terpantau padat. Banyak pemudik terpaksa memilih jalur ini karena tak sanggup merasakan kemacetan berpuluh-puluh kilometer di Pantura.

Tahun lalu, kendati macet parah, namun jalur-jalur alternatif tak sampai lumpuh. Bagi pemudik yang terjebak macet diharap tetap bersabar.
(san)
Berita Terkait
Dukung Kebijakan Larangan...
Dukung Kebijakan Larangan Mudik, Polri Majukan Operasi Ketupat di Bulan Ramadhan
Ini Persiapan Telkomsel...
Ini Persiapan Telkomsel Antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri 2022
Menag Tegaskan Mudik...
Menag Tegaskan Mudik Lebih Banyak Mudarat Dibanding Manfaatnya
Quality Time Lebaran...
Quality Time Lebaran di Tengah Pembatasan Sosial Akibat Covid-19
Lebaran 2020, ASTRA...
Lebaran 2020, ASTRA Tol Cipali Operasikan 10 Gardu di Gerbang Tol
Selain Indonesia, Negara-negara...
Selain Indonesia, Negara-negara Ini Juga Memiliki Tradisi Mudik
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved