Brimob dan Dishub Lakukan Patroli Keliling di Terminal Lebak Bulus
Jum'at, 01 Juli 2016 - 14:40 WIB
Brimob dan Dishub Lakukan Patroli Keliling di Terminal Lebak Bulus
A
A
A
JAKARTA - Brigade Mobil (Brimob) Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan partroli keliling di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hal itu guna mengantisipasi aksi kriminalitas seperti pencopetan dan penodongan di Terminal Lebak Bulus.
"Kami dan Brimob pun patroli, itu sudah ada pangkalannya (pos pengamanan) di depan Terminal, kemarin dibuat," kata Kepala Terminal Lebak Bulus Simon Ginting saat dikonfirmasi, Jumat (1/7/2016).
Selain itu, Simon Ginting mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada PO bus untuk tidak melayani calon tiket. Semua karyawan resmi itu selalu memiliki kartu nama saat melayani penumpang.
Namun, tak menutup kemungkinan adanya calo. Maka itu, dia berpesan pada masyarakat untuk tidak membeli tiket dari para calo. Dia pun meminta pada penumpang untuk tidak menggunakan perhiasan secara mencolok.
"Untuk bus yang beroperasi di Terminal Lebak Bulus itu selalu dicek dahulu. Di sini biasanya ada sekitaran 30-an bus yang beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, ada sekitar 39 PO bus yang ada di Lebak Bulus. Namun, yang aktif hanya sekitaran 30 PO. Paling banyak, PO itu menyediakan bus ke daerah Jawa dan sekitaranya.
Dia pun berpesan, apabila ada tindak kejahatan yang dialami penumpang, untuk segera melaporkannya ke petugas untuk di tindak. Termasuk juga keberadaan calo, apabila ada masyatakat yang merasa ditipu calo untuk segera melaporkannya.
"Kami dan Brimob pun patroli , itu sudah ada pangkalannya (pos pengamanan) di depan Terminal, kemarin dibuat" tutupnya.
"Kami dan Brimob pun patroli, itu sudah ada pangkalannya (pos pengamanan) di depan Terminal, kemarin dibuat," kata Kepala Terminal Lebak Bulus Simon Ginting saat dikonfirmasi, Jumat (1/7/2016).
Selain itu, Simon Ginting mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada PO bus untuk tidak melayani calon tiket. Semua karyawan resmi itu selalu memiliki kartu nama saat melayani penumpang.
Namun, tak menutup kemungkinan adanya calo. Maka itu, dia berpesan pada masyarakat untuk tidak membeli tiket dari para calo. Dia pun meminta pada penumpang untuk tidak menggunakan perhiasan secara mencolok.
"Untuk bus yang beroperasi di Terminal Lebak Bulus itu selalu dicek dahulu. Di sini biasanya ada sekitaran 30-an bus yang beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, ada sekitar 39 PO bus yang ada di Lebak Bulus. Namun, yang aktif hanya sekitaran 30 PO. Paling banyak, PO itu menyediakan bus ke daerah Jawa dan sekitaranya.
Dia pun berpesan, apabila ada tindak kejahatan yang dialami penumpang, untuk segera melaporkannya ke petugas untuk di tindak. Termasuk juga keberadaan calo, apabila ada masyatakat yang merasa ditipu calo untuk segera melaporkannya.
"Kami dan Brimob pun patroli , itu sudah ada pangkalannya (pos pengamanan) di depan Terminal, kemarin dibuat" tutupnya.
(mhd)