Pengurus PDIP Ogah Dukung Ahok, tapi...
Sabtu, 25 Juni 2016 - 13:05 WIB
Pengurus PDIP Ogah Dukung Ahok, tapi...
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari menyebut saat ini pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah ogah untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Hal ini bisa dirunut dari belakang saat Pilkada 2012 bahwa jagoan PDIP bukanlah Ahok, tapi Jokowi. Sementara, Ahok hanya masuk dari Partai Gerindra.
Qodari mengatakan, hal yang hingga kini membuat PDIP belum memutuskan siapa yang diusung dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 karena ada faktor Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Faktor Ibu (Megawati) menjadi penting di sini, karena seperti kita tahu Ibu dan Ahok memiliki ikatan emosional. Tapi pengurus PDIP sebenarnya sudah enggak mau, tapi Ibu masih beri peluang," ujar Qodari dalam diskusi Polemik SindoTrijaya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2016).
Peluang ini terlihat ketika di beberapa kesempatan Megawati sempat memberi sinyal Ahok merupakan 'anak bandel tetapi baik'.
"Saya kira ini menunggu Ibu (Megawati), makanya proses lama. Kalau ketua umumnya Pak Andreas (Ketua DPP PDIP Andreas Pereira yang juga hadir di diskusi itu) mungkin dengan Ahok selesai," kata Qodari.
Hal ini bisa dirunut dari belakang saat Pilkada 2012 bahwa jagoan PDIP bukanlah Ahok, tapi Jokowi. Sementara, Ahok hanya masuk dari Partai Gerindra.
Qodari mengatakan, hal yang hingga kini membuat PDIP belum memutuskan siapa yang diusung dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 karena ada faktor Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Faktor Ibu (Megawati) menjadi penting di sini, karena seperti kita tahu Ibu dan Ahok memiliki ikatan emosional. Tapi pengurus PDIP sebenarnya sudah enggak mau, tapi Ibu masih beri peluang," ujar Qodari dalam diskusi Polemik SindoTrijaya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2016).
Peluang ini terlihat ketika di beberapa kesempatan Megawati sempat memberi sinyal Ahok merupakan 'anak bandel tetapi baik'.
"Saya kira ini menunggu Ibu (Megawati), makanya proses lama. Kalau ketua umumnya Pak Andreas (Ketua DPP PDIP Andreas Pereira yang juga hadir di diskusi itu) mungkin dengan Ahok selesai," kata Qodari.
(zik)