Kemenhub Temukan 5 Pesawat Bermasalah di Bandara Soetta
Kamis, 23 Juni 2016 - 00:17 WIB
Kemenhub Temukan 5 Pesawat Bermasalah di Bandara Soetta
A
A
A
TANGERANG - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan terhadap kelaikan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Dari 20 pesawat yang diperiksa ada lima di antaranya yang diketahui bermasalah.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap pesawat yang menjadi angkutan mudik Lebaran tahun 2016. Pemeriksaan tersebut meliputi bagian luar dan dalam pesawat serta crew pesawat.
"Kami periksa semua dari mulai kondisi ban, rem, frame apa ada baut yang lepas, kami periksa keliling. Bagian dalam juga apakah semua peralatan berfungsi seperti oksigen, life vest, pemadam api. Termasuk lisensi dari pilot dan co-pilot," ujarnya usai pemeriksaan di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu 22 Juni 2016.
Menurut Suprasetyo, ada 20 pesawat dari seluruh maskapai yang diperiksa kelaikannya. Kondisinya hampir semua bagus, hanya ditemukan kerusakan kecil seperti lampu tidak menyala dan kursi penumpang kurang bagus.
Namun lima pesawat di antaranya mengalami masalah yang cukup serius. Ke limanya milik maskapai Xpress Air, Air Asia, Sriwijaya Air, Lion Air dan Indonesia Air Transport. "Ada kerusakan mayor seperti mesin panas, AC panas dan navigasi rusak," tukasnya.
Kini lima pesawat itu telah diperbaiki dan sudah beroperasi kembali. Tak hanya sarana angkutan lebaran, Suprasetyo menyatakan, pihaknya juga memeriksa prasarana bandara seperti aerodrome, lampu landasan, X-Ray dan CCTV.
"Selain itu, pemeriksaan juga dilakuan terhadap kesiapan pelayaban lalu lintas penerbangan, AirNav," paparnya.
Sementara itu, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Mohammad Alwi mengatakan, pemeriksaan kelaikan angkutan lebaran sudah dilakukan Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandara sejak 27 Mei 2016 terhadap 31 bandara di Indonesia.
"Total pemeriksaan yang sudah dilakukan sebanyak 1.624 kali terhadap 552 pesawat. Pemeriksaan tersebut dilakukan dari sisi safety, security, dan pelayana lalu lintas penerbangan," jelasnya .
Dari hasil pemeriksaan ini, Kemehub memastikan bahwa pesawat untuk angkutan lebaran di seluruh Bandara telah memenuhi kriteria aspek kelayakan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap pesawat yang menjadi angkutan mudik Lebaran tahun 2016. Pemeriksaan tersebut meliputi bagian luar dan dalam pesawat serta crew pesawat.
"Kami periksa semua dari mulai kondisi ban, rem, frame apa ada baut yang lepas, kami periksa keliling. Bagian dalam juga apakah semua peralatan berfungsi seperti oksigen, life vest, pemadam api. Termasuk lisensi dari pilot dan co-pilot," ujarnya usai pemeriksaan di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu 22 Juni 2016.
Menurut Suprasetyo, ada 20 pesawat dari seluruh maskapai yang diperiksa kelaikannya. Kondisinya hampir semua bagus, hanya ditemukan kerusakan kecil seperti lampu tidak menyala dan kursi penumpang kurang bagus.
Namun lima pesawat di antaranya mengalami masalah yang cukup serius. Ke limanya milik maskapai Xpress Air, Air Asia, Sriwijaya Air, Lion Air dan Indonesia Air Transport. "Ada kerusakan mayor seperti mesin panas, AC panas dan navigasi rusak," tukasnya.
Kini lima pesawat itu telah diperbaiki dan sudah beroperasi kembali. Tak hanya sarana angkutan lebaran, Suprasetyo menyatakan, pihaknya juga memeriksa prasarana bandara seperti aerodrome, lampu landasan, X-Ray dan CCTV.
"Selain itu, pemeriksaan juga dilakuan terhadap kesiapan pelayaban lalu lintas penerbangan, AirNav," paparnya.
Sementara itu, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Mohammad Alwi mengatakan, pemeriksaan kelaikan angkutan lebaran sudah dilakukan Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandara sejak 27 Mei 2016 terhadap 31 bandara di Indonesia.
"Total pemeriksaan yang sudah dilakukan sebanyak 1.624 kali terhadap 552 pesawat. Pemeriksaan tersebut dilakukan dari sisi safety, security, dan pelayana lalu lintas penerbangan," jelasnya .
Dari hasil pemeriksaan ini, Kemehub memastikan bahwa pesawat untuk angkutan lebaran di seluruh Bandara telah memenuhi kriteria aspek kelayakan.
(mhd)