Sudah Khawatir Plt Gubernur Curang, Ahok Tak Ingin Cuti
Selasa, 21 Juni 2016 - 20:39 WIB
Sudah Khawatir Plt Gubernur Curang, Ahok Tak Ingin Cuti
A
A
A
JAKARTA - Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mematuhui apa yang sudah ditetapkan oleh undang-undang tentang keharusan seorang calon petahana untuk mengajukan cuti kampanye. Meski demikian Ahok memilih opsi untuk tidak cuti karena sudah khawatir Plt Gubernur akan curang dalam menyusun APBD 2017.
Cuti kampanye ini diselenggarakan sejak 26 Oktober 2016- 11 Febuari 2017. "Cuti ya cuti saja tiga bulan," ujar Ahok di Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).Meski menerima, Ahok mengaku jika siapa tau ada satu opsi yang menjadi pengecualian terutama untuk petahana.
"Namanya juga petahana ya enggak? Dulu kan kalau mau ikut kampanye harus cuti takut dia pakai fasilitas, dipaksa cuti terus. Lah kalau orang enggak mau kampanye gimana? Boleh enggak," tukas Ahok.
Ahok menuturkan, jika undang-undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah No 8/2015 pada Pasal 70 itu memiliki tafsir yang berbeda.
"Makanya saya bilang kalau enggak mau kampanye boleh enggak? Kan itu diatur, ditafsirkan kalau kamu mau kampanye, harus cuti, dan cutinya enggak boleh on off-on off. Lah kalau kita mau jaga APBD, kalau boleh saya lebih pilih tidak kampanye daripada cuti. Kenapa? Berarti nanti saya cuti, mulai November, tiga bulan pas masa kampanye," tukasnya.
Bahkan Ahok menyebut dirinya menaruh curiga jika cuti, maka Pelaksana Tugas (Plt) yang menggantikannya akan berbuat curang."Kalau saya bisa pilih, saya pilih tidak kampanye. Sekarang kalau bahas APBD 2017, kalau datang Plt, dia enggak jujur atau dia jujur malah enggak berani melawan DPRD, misalnya nih terus saya begitu masuk lagi, saya tidak terpilih pun saya sampai Oktober loh 2017, begitu saya masuk lagi yang disusun kacau balau," tukasnya.(Baca:Maju Pilgub DKI 2017, Ahok Wajib Cuti Selama Masa Kampanye)
Cuti kampanye ini diselenggarakan sejak 26 Oktober 2016- 11 Febuari 2017. "Cuti ya cuti saja tiga bulan," ujar Ahok di Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).Meski menerima, Ahok mengaku jika siapa tau ada satu opsi yang menjadi pengecualian terutama untuk petahana.
"Namanya juga petahana ya enggak? Dulu kan kalau mau ikut kampanye harus cuti takut dia pakai fasilitas, dipaksa cuti terus. Lah kalau orang enggak mau kampanye gimana? Boleh enggak," tukas Ahok.
Ahok menuturkan, jika undang-undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah No 8/2015 pada Pasal 70 itu memiliki tafsir yang berbeda.
"Makanya saya bilang kalau enggak mau kampanye boleh enggak? Kan itu diatur, ditafsirkan kalau kamu mau kampanye, harus cuti, dan cutinya enggak boleh on off-on off. Lah kalau kita mau jaga APBD, kalau boleh saya lebih pilih tidak kampanye daripada cuti. Kenapa? Berarti nanti saya cuti, mulai November, tiga bulan pas masa kampanye," tukasnya.
Bahkan Ahok menyebut dirinya menaruh curiga jika cuti, maka Pelaksana Tugas (Plt) yang menggantikannya akan berbuat curang."Kalau saya bisa pilih, saya pilih tidak kampanye. Sekarang kalau bahas APBD 2017, kalau datang Plt, dia enggak jujur atau dia jujur malah enggak berani melawan DPRD, misalnya nih terus saya begitu masuk lagi, saya tidak terpilih pun saya sampai Oktober loh 2017, begitu saya masuk lagi yang disusun kacau balau," tukasnya.(Baca:Maju Pilgub DKI 2017, Ahok Wajib Cuti Selama Masa Kampanye)
(whb)