Jambret Jalanan Tersungkur Diterjang Peluru Polisi

Sabtu, 18 Juni 2016 - 20:11 WIB
Jambret Jalanan Tersungkur...
Jambret Jalanan Tersungkur Diterjang Peluru Polisi
A A A
PALEMBANG - Aparat Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang membekuk seorang tersangka kasus penjambretan yang kerap menyasar pengguna jalan.

Tersangka Tomi M Warsa (29), warga Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin ini dibekuk dikediamannya, Sabtu (18/6/2016) petang.

Bahkan, petugas yang geram terpaksa menghadiahi tersangka dengan timah panas tepat di kaki kirinya.

Diketahui, setidaknya aksi tersangka sudah belasan kali dilakukan bersama rekannya J yang kini masih dalam pengejaran.

Dimana setiap kali beraksi, tersangka selalu menjadi eksekutor. Sementara, tersangka J, menjadi joki sepeda motor yang digunakan keduanya.

Terakhir, aksi itu dilakukan tersangka pada 15 Mei 2015 silam. Saat itu, kawanan tersebut berhasil merampas tas berisikan uang tunai sebesar Rp30 juta yang dibawa korban Aisyah (61), warga Jalan Kopral Paiman Lorong Pertemuan, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju.

"Kawanan tersangka ini memang spesialis jambret. Sasarannya pengendara sepeda motor yang sedang melintas. Terakhir mereka, menjambret seorang guru hingga menyebabkan kerugian senilai Rp30 juta," ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede.

Maruly menyebut, kawanan tersangka memang sudah menjadi target operasi pihaknya. Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, akhirnya poliai berhasil membekuknya.

"Tersangka ini bisa dikatakan licin. Sebab, setiap kali akan ditangkap, tersangka selalu berhasil lolos. Satu tersangka lagi masih kita kejar," terangnya.

Sementara untuk, terangka Tomi akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun hukuman penjara.

"Tersangka masih kita lakukan pemeriksaan. Kita akan mengembangkan kasus ini," tegasnya.

Sementara itu, tersangka Tomi mengaku, belasan kali melakoni aksi penjambretan, dirinya berhasil meraup puluhan juta.

"Hasilnya dibagi dua. Yang paling besar dapat Rp30 juta itu. Setiap beraksi selalu bersama J," akunya.

Menurutnya, aksi nekat itu dilakukannya lantaran himpitan ekonomi yang diderita keluarganya.

"Awalnya diajak J. Karena saya butuh uang jadi terpaksa ikut. Gaji saya sebagai sopir tidak cukup," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tabrak Mobil dan Motor,...
Tabrak Mobil dan Motor, 2 Jambret HP di Tangsel Ditangkap Warga
Buka Lomba Digitalisasi...
Buka Lomba Digitalisasi Pasar 2025, Pramono: Copet dan Preman Perlahan-lahan Hilang
Pencopet di Demo Buruh...
Pencopet di Demo Buruh Depan DPR Diamankan
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Jeon Hye Bin Kecopetan...
Jeon Hye Bin Kecopetan Rp177 Juta di Ubud, Puji Polisi dan Jaga Citra Bali
Incar Anak Kecil, 2...
Incar Anak Kecil, 2 Penjambret Handphone di OKU Timur Ditangkap
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved