Gelombang Tinggi Rusak Belasan Perahu di Pantai Santolo

Jum'at, 10 Juni 2016 - 12:52 WIB
Gelombang Tinggi Rusak...
Gelombang Tinggi Rusak Belasan Perahu di Pantai Santolo
A A A
GARUT - Masyarakat di pesisir pantai selatan Kabupaten Garut diimbau mewaspadai gelombang tinggi air laut. Imbauan itu dikeluarkan Satuan Polair Polres Garut, pascarusaknya sejumlah infrastruktur bangunan dan perahu di pinggiran Pantai Santolo, pada dua hari yang lalu.

"Dua hari lalu saat gelombang air laut sedang tinggi-tingginya, banyak infrastruktur yang rusak akibat gerusan ombak. Di antaranya empat bangunan warung sekaligus penginapan dan belasan perahu congkreng milik nelayan," kata Kasat Polair Polres Garut AKP Tri Andri, saat dihubungi, Jumat (10/6/2016).

Empat bangunan tersebut, kata Tri, mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat hantaman air laut. Sementara, perahu rusak karena berbenturan dengan perahu-perahu lain saat diparkir di bibir pantai.

"Dinding keempat bangunan yang menghadap ke laut roboh. Sementara untuk perahu nelayan, ada tiga perahu congkreng yang rusak berat karena sama sekali tidak bisa digunakan kembali. Sementara sebanyak 15 unit sisanya rusak ringan," paparnya.

Di beberapa tempat lain, sambung Tri, pihaknya belum menerima adanya laporan kerusakan. "Belum ada (laporan) dari wilayah kecamatan lain, baik itu bangunan atau perahu rusak dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Baru di Pantai Santolo saja," ujarnya.

Tri mengatakan situasi air laut saat ini dalam kondisi landai. Meski begitu, pihaknya tetap menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak berada di pinggiran pantai langsung.

"Kami selalu mendapat laporan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Selama cuaca tidak menentu, perairan masih diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi. Imbauan ini belum kami cabut, masih berlaku untuk pesisir sepanjang pantai selatan Garut. Bagi pedagang, jualannya dipindah dulu, lalu nelayan jangan melaut saat ini, dan wisatawan jaga jarak. Kami juga masih terus meningkatkan patroli rutin," ucapnya.

Masyarakat, tambahnya, juga diminta untuk mewaspadai waktu-waktu tertentu saat air pasang. Biasanya air pasang terjadi pada siang dan malam hari.

"Air pasang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB di siang hari, sementara malam antara pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Di waktu-waktu inilah masyarakat harus waspada juga," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Cuaca Buruk di Pelayaran...
Cuaca Buruk di Pelayaran Bajoe-Kolaka, Bus dan Truk Terbalik di KMP Raja Dilaut
Cuaca Buruk, Ratusan...
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Bersandar di Pelabuhan Nizam Zachman
Cuaca Buruk di Sulsel...
Cuaca Buruk di Sulsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun 2021
Penundaan Penyeberangan...
Penundaan Penyeberangan Kapal Akibat Cuaca Buruk di Maluku Utara
BMKG Sebut Provinsi...
BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Diimbau Tak Melaut
Berita Terkini
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
1 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
10 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
13 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
14 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
15 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved