Mayat Pria Berjaket Hitam Ditemukan Mengapung Melalui Burung
Minggu, 05 Juni 2016 - 13:36 WIB
Mayat Pria Berjaket Hitam Ditemukan Mengapung Melalui Burung
A
A
A
ATAPUPU - Sejumlah nelayan yang biasanya mencari ikan di Perairan Atapupu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menemukan jasad pria berumur sekira 30 tahun mengapung di laut mengenakan jaket hitam. Lokasi temuan itu tepatnya di pesisir laut Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian dan langsung melakukan evakuasi terhadap pria tak beridentitas itu.
Menurut saksi mata, korban pertama kali diketahui terapung di tengah laut saat melihat banyak kerumunan burung disekitar jasad korban yang terapung itu.
“Awalnya kami penasaran melihat burung beterbangan di sekitar jasad korban yang mengapung, saat mendekat ternyata mayat,” kata Raimundus Mali, nelayan asal Atapupu, Minggu, (5/6/2016).
Tak berselang lama setelah dievakuasi dari tengah laut oleh Personel Pol air Polda NTT, jasad korban pun kemudian dibawa ke RSUD Belu untuk divisum, sesuai hasil visum luar terdapat luka lebam pada bagian tubuh korban.
“Namun untuk mengetahui motif atau penyebab kematian perlu dilakukan autopsi,” kata, Kapolsek Kakuluk Mesak Iptu I Ketut Stiaso, di Belu.
Hingga kini mayat korban masih diamankan di kamar jenasah RSUD Atambua sambil menunggu tim dokter DVI dari Polda NTT. Hingga kini polisi juga belum mengenali identitas korban sebab belum ada keluarga yang melaporkan adanya kehilangan anggota keluarga mereka.
Menurut saksi mata, korban pertama kali diketahui terapung di tengah laut saat melihat banyak kerumunan burung disekitar jasad korban yang terapung itu.
“Awalnya kami penasaran melihat burung beterbangan di sekitar jasad korban yang mengapung, saat mendekat ternyata mayat,” kata Raimundus Mali, nelayan asal Atapupu, Minggu, (5/6/2016).
Tak berselang lama setelah dievakuasi dari tengah laut oleh Personel Pol air Polda NTT, jasad korban pun kemudian dibawa ke RSUD Belu untuk divisum, sesuai hasil visum luar terdapat luka lebam pada bagian tubuh korban.
“Namun untuk mengetahui motif atau penyebab kematian perlu dilakukan autopsi,” kata, Kapolsek Kakuluk Mesak Iptu I Ketut Stiaso, di Belu.
Hingga kini mayat korban masih diamankan di kamar jenasah RSUD Atambua sambil menunggu tim dokter DVI dari Polda NTT. Hingga kini polisi juga belum mengenali identitas korban sebab belum ada keluarga yang melaporkan adanya kehilangan anggota keluarga mereka.
(sms)