Perahu Tabrak Speed Boat, Satu Tewas Tiga Luka Berat

Senin, 30 Mei 2016 - 14:38 WIB
Perahu Tabrak Speed...
Perahu Tabrak Speed Boat, Satu Tewas Tiga Luka Berat
A A A
BANYUASIN - Tabrakan antara speed boat dan perahu di Jalur 8 Perairan Sungai Musi, Pulau Gundul, Kabupaten Banyuasin, pada Senin pagi (30/5/2016) menyebabkan satu orang tewas, dan tiga korban luka berat. Informasi yang dihimpun menyebut, kejadian nahas itu bermula saat speed boat yang berpenumpang sembilan orang itu melaju dari arah Terusan Dalam Telang, Kabupaten Banyuasin menuju ke Palembang.

Saat melintas di perairan di Jalur 8 Desa Upang, tiba-tiba dari arah berlawanan datang ketek yang ditumpangi pasangan suami istri.

Diduga lantaran saat itu keadaan gelap, ketek bermuatan minyak itu langsung menabrak bagian samping speed boat bermesin 40 pk tersebut

Akibatnya, Nurida (53) penumpang speed boad warga Jalan KH Azhari RT 07 No 198 Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, meregang nyawa lantaran kepalanya dihantam ujung perahu.

Selain itu, tiga penumpang lain yakni Yarni, Sino dan Musnah harus mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Pelabuhan Boom Baru Palembang untuk diberikan perawatan.

Salah satu penumpang speed boat yang selamat, Abdurrahman (49) warga Desa Talang Lubuk Sumber Marga Talang, Kabupaten Banyuasin mengatakan, dirinya bersama delapan orang penumpang di dalam speed boat dan satu orang pengemudi dari Terusan Dalam Telang hendak menuju ke Palembang.

"Pagi tadi kami mau pulang ke Palembang dengan menumpang speed boat itu. Saat ada di Jalur 8, kami tidak bisa melihat sama sekali karena gelap. Tiba-tiba, speed boat kami ditabrak perahu ketek yang tidak memiliki penerangan," ucapnya ditemui di RS Pelabuhan Boom Baru.

Dikatakannya, saat kejadian, pihaknya baru saja dari menghadiri acara pernikahan keluarga yang ada di Banyuasin. Karena ingin mengejar sampai di Palembang pada pukul 06.00 WIB, dia dan rombongan terpaksa harus berangkat dari Banyuasin pukul 03.00 WIB.

"Kami mengejar mau bekerja, makanya berangkat pagi-pagi. Tak menyangka akan ada kejadian seperti ini," ujarnya.

Terpisah, Wala (51) suami dari korban Nurida mengaku, dirinya langsung ke lokasi kejadian usai mendapat informasi adanya kecelakaan itu.

Menurut Wala, Nurida, istrinya, adalah seorang guru SD Negeri 85 Palembang yang sengaja pulang ke Palembang pada subuh hari agar dapat mengejar jam masuk sekolah.

"Semalam istri saya menelpon, katanya mau pulang pagi, supaya bisa langsung mengajar. Saya tidak punya firasat. Setelah visum ini, kami akan langsung kembali ke rumah untuk dimakamkan," ujar di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Dia mengatakan, istrinya luka pada bagian kepala sehingga benar-benar seperti terbelah dua dan koyak.

"Kami mempunyai 4 anak dan 2 cucu. Semuanya sudah menanti di rumah. Ini jadi hal berat bagi anak bungsu saya yang harusnya ikut tes Unsri (Universitas Sriwijaya) hari ini," terang dia.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradito mengatakan, pihaknya menerima jenazah Nuraida pada pukul 10.00 WIB. Lalu dilakukan visum guna memastikan bahwa Nuraida meninggal karena kecelakaan.

"Kami melihat memang pada wajah korban hancur karena benturan kapal. Sebelum kita serahkan pada keluarga, terlebih dulu kita rapikan lukanya, kita jahit," beber dia.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Sihombing saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang menewaskan satu orang dan tiga orang luka berat.

"Kejadian kecelakaan berada di sekitar Pulau Gundul. Ini kecelakaan perahu dengan speed boat. Sedang kita dalami dan kembangkan. Pengemudi kapal itu kita bawa ke kantor dan kita periksa," ungkap dia.

Dia menyebut, untuk speed boat dan perahu ketek yang terlibat kecelakaan sudah diamankan oleh Dit Polair Polda Sumsel.

Hingga saat itu, pengemudi dua transportasi air itu masih dalam pemeriksaan, dan penumpang jukung lainnya akan menjadi saksi.

"Kepastiannya belum bisa kita ungkapkan, tapi yang jelas semuanya sudah kita data," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Kapal Feri Bertabrakan...
Kapal Feri Bertabrakan dengan Kargo di Bangladesh, 26 Orang Tewas
Dua Kapal Tabrakan di...
Dua Kapal Tabrakan di Perairan Sibolga, 1 Tewas dan 6 Luka-Luka
2 Kapal Tanker Bertabrakan...
2 Kapal Tanker Bertabrakan di Terusan Suez
5 Fakta Tragedi Jembatan...
5 Fakta Tragedi Jembatan Francis Scott Key di Baltimore
15 ABK KM Barokah Jaya...
15 ABK KM Barokah Jaya yang Tenggelam di Laut Indramayu Diduga Hanyut Terbawa Arus
Tim SAR Kerahkan Tujuh...
Tim SAR Kerahkan Tujuh Kapal Mencari 13 Penumpang MV Barokah Jaya
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
23 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved