Pergi ke Pesta Ultah Diantar Mami, Siswa SMA Ini Di-bully Senior

Selasa, 03 Mei 2016 - 10:30 WIB
Pergi ke Pesta Ultah...
Pergi ke Pesta Ultah Diantar Mami, Siswa SMA Ini Di-bully Senior
A A A
JAKARTA - Siswa kelas X SMAN 3 Jakarta Selatan berinisial A (15) menjadi korban bullying yang dilakukan empat orang kakak kelasnya. Kasus bullying terjadi lantaran A datang ke pesta ulang tahun diantar oleh ibunya.

Kepala Sekolah SMAN 3 Ratna Budiarti menjelaskan, pihaknya tengah melakukan investigasi kasus bullying yang dilakukan empat siswa kelas XII tersebut. Peristiwa ini bermula saat A datang ke pesta ulang tahun salah satu siswa di Kawasan Sudirman beberapa hari lalu.

Kedatangan A diantar oleh ibunya ini membuat empat siswa yang merupakan kakak kelas korban tak terima. Keesokan harinya pada Kamis 28 April 2016 lalu, usai pulang sekolah, A dibawa oleh empat seniornya itu ke salah satu tempat.

"A dimaki-maki dan disiram dengan air teh kemasan oleh empat kakak kelasnya itu," jelas Ratna Budi saat dikonfirmasi, Selasa (3/5/2016). Ratna menduga, aksi bullying itu dilakukan para seniornya lantaran menganggap korban anak mami.

Menurut Ratna, sekolah memanggil para orangtua murid yang anaknya terlibat dalam kasua tersebut. Meski terjadi aksi bullying, korban tak menderita luka akibat tindak kekerasan senior. Sekolah pun tengah merundingkan sanksi yang pantas dilakukan untuk para pelajar yang terlibat kasus tersebut.

"Pelajar kelas XII padahal baru selesai mengikuti ujian dan KBM. Memang kami kecolongan dan saat ini sedang kami lacak. Kami juga sebenarnya selalu berupaya melakukan aksi stop bullying di sekolah," ucapnya.

Terpisah, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Fery Safarudin mengatakan, sudah mengetahui akan kasus bullying yang terjadi di SMAN 3 Jakarta itu. Pelajar yang terlibat dalam kasus bullying itu juga akan ditindak secara tegas apabila terbukti melakukan tindakan yang dilarang tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan sekolah. Kami minta pada empat pelaku itu untuk meminta maaf pada korban dan orangtuanya. Selain itu, ijazah mereka juga kami tahan sementara sampai dinyatakan layak," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/5/2016).

Fery menjelaskan, penahanan ijazah itu dilakukan sampai selesai investigasi kasus tersebut. Keempat pelajar itu baru saja mengikuti ujian kelulusan, kelulusan pun akan diumumkan pada tanggal 7 Mei 2016 mendatang.
(whb)
Berita Terkait
Meluruskan Konsep Kekerasan...
Meluruskan Konsep Kekerasan di Sekolah
Sanksi Tegas Kekerasan...
Sanksi Tegas Kekerasan di Sekolah
Mengakhiri Krisis Kekerasan...
Mengakhiri Krisis Kekerasan Seksual di Sekolah
Sekolah Nirkekerasan
Sekolah Nirkekerasan
Memberdayakan Satgas...
Memberdayakan Satgas dan Tim Anti Kekerasan di Satuan Pendidikan
Banyak Pelajar Putus...
Banyak Pelajar Putus Sekolah, Kehidupan Sekolah di Korea Utara Penuh Kekerasan
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
37 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved