Keluarga Alm Doni Andi Minta Kasus Dugaan Malapraktik dr J Aremathea Diusut Tuntas

Senin, 02 Mei 2016 - 16:03 WIB
Keluarga Alm Doni Andi...
Keluarga Alm Doni Andi Minta Kasus Dugaan Malapraktik dr J Aremathea Diusut Tuntas
A A A
DENPASAR - Keluarga alm Doni Andi Hermawan mempertanyakan penyidikan kasus malapraktik dan penipuan yang diduga dilakukan dr Joseph Aremathea Joanes yang ditangani Polda Bali sejak 2015. Karena sejak Januari 2016 kasus tersebut tidak jelas kelanjutannya.

Syamgiawan Syamsul kakak angkat alm Andi menjelaskan, hingga saat ini penyidikan kasus yang menimpa keluarga adiknya tidak jelas kelanjutannya. Bahkan dirinya mendapat kabar kalau kasusnya telah dihentikan oleh penyidik Subdit 1 Direskrimum Polda Bali karena tidak terbukti adanya tindak pidana.

"Sudah jelas-jelas ada bukti penipuan dan malapraktik yang diduga dilakukan dr Joseph Aremathea Joanes tapi tapi kok kasusnya malah dihentikan," kata Syamsul saat mendatangi redaksi Sindonews beberapa waktu lalu.

Menurut Syamsul, kasus ini bermula saat Oktober 2014 lalu adik angkatnya alm Doni Andi Hermawan dinyatakan terinfeksi virus HIV/AIDS. Lalu adiknya mencari informasi klinik yang mampu mengobati penyakit tersebut. Kemudian didapat kabar kalau di Klinik dan Apotik Jeselin di Tiara Gatsu bisa mengobati penyakit yang diderita adiknya.

"Sehingga mulai 8 Desember adiknya Doni Andi Hermawan berobat di klinik tersebut dengan ditangani oleh dr Joseph Aremathea Joanes," timpal Syamsul. Namun seiring berjalannya waktu, kata Syamsul karena Andi terkena HIV maka disarankan keluarganya yaitu istrinya Mustamiah beserta kedua anaknya agar dicek juga apakah terinfeksi HIV.

"Berdasarkan pengecekan laboratorium yang dilakukan dr Joseph Aremathea Joanes, Mustamiah juga dinyatakan terinfeksi HIV namun kedua anaknya dinyatakan negatif," ujar Syamsul.

Atas dasar itulah dr Joseph Aremathea Joanes menyarankan agar Mustamiah juga dirawat di klinik tersebut. Sehingga suami istri tersebut mulai menjalani perawatan dengan berobat jalan. Keduanya pun dirawat dengan sistem paket pengobatan yang ditawarkan dengan biaya perpaketnya Rp74 juta hingga paket Rp120 juta.

Sehingga total biaya yang dikeluarkan mencapai kurang lebih Rp600 juta. Kecurigaan, lanjut dia, mulai muncul saat Doni Andi Hermawan menghembuskan napas terakhirnya pada medio Februari 2015. Mustamiah berinisiatif mengecek kembali kondisi kesehatannya di Klinik Prodia dan RS Sanglah Bali, hasilnya ternyata Mustamiah tidak terinfeksi HIV.

"Saat ditunjukan hasil laboratorium yang dikeluarkan dr Joseph Aremathea Joanes baik pihak Klinik Prodia maupun RS Sanglah dan Dinkes Provinsi Bali bingung. Karena hasil lab seperti itu seharusnya hanya bisa dilakukan di Jakarta atau luar negeri namun oleh dr Joseph Aremathea Joanes hasilnya bisa keluar dalam tempo 2 jam saja," papar Syamsul.

Selain itu, lanjut Syamsul saat dicek ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali nama dr Joseph Aremathea Joanes tidak terdaftar.

Atas dasar itulah dirinya melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali dengan LP nomor LP/180/V/2015/Bali/SPKT tertanggal 13 Mei 2015 atas dugaan tindak pidana penipuan dan malapraktik.

"Yang patut dipertanyakan jika kasusnya dihentikan saya sebagai keluarga seharusnya diberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) oleh penyidik namun saat saya tanyakan ke Kompol AA Jaya Utama katanya tidak ada," tandasnya.

Syamsul menyatakan keluarganya telah dirugikan baik moril maupun materil. "Adik saya Doni untuk pengobatan harus menjual murah rumahnya di Denpasar yang seharusnya seharga di kisaran Rp1 miliaran namun hanya dijual Rp600 juta. Itupun dibayar dengan cara dicicil," pungkas Syamsul.

Dirinya hanya berharap keadilan berpihak kepada keluarganya karenanya kasus dugaan malapraktik dan penipuan dr Joseph Aremathea Joanes bisa diusut tuntas dan naik ke meja hijau. Sementara itu sampai berita ini diturunkan pihak Polda Bali belum dapat dikonfirmasi.
(sms)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
44 menit yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
3 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
4 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
11 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
12 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved