Penggusuran DKI Ciptakan Masalah Sosial Baru

Minggu, 01 Mei 2016 - 20:36 WIB
Penggusuran DKI Ciptakan...
Penggusuran DKI Ciptakan Masalah Sosial Baru
A A A
JAKARTA - Keengganan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan pendekatan terhadap penggusuran hanya menimbulkan masalah baru. Konflik sosial yang terjadi pascapenggusuran, merupakan imbas dari arogansi pemprov di bawah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sosiolog UIN Syarif Hidayatulloh, Musni Umar, dialogis yang menjadi kunci dari mengatasi masalah, menjadi dikesampingkan demi mempersingkat waktu penyelesaian. Sementara tanpa adanya dialog, penyelesaian masalah malah menimbulkan masalah baru.

"Setiap penggusuran memang akan menimbulkan konflik dan masalah sosial baru, tapi bagaimana itu bisa membesar dan kecil. Tergantung bagaimana pemimpinnya," tutur Musni ketika dihubungi SINDO, Minggu (1/5/2016).

Melihat potensi konflik yang muncul, Musni menilai, masyarakat akan mendapat kerugian paling banyak. Selain dipastikan kehilangan tempat tinggal, sejumlah harta benda dan mental menjadi bermasalah melihat arogansi pemerintah. Apalagi dalam penertiban ini, polisi dan TNI akan dilibatkan untuk membantu petugas Satpol PP meratakan ratusan bangunan itu.

"Tak ada kepastian dan perencanaan pada kawasan Luar Batang. Pemprov yang mengkesampingkan dialog akan menciptakan permusuhan antara warga dan pemimpin," jelasnya.

Kesenjangan sosial pun akan muncul di kawasan itu, sekalipun pemprov telah melakukan penataan pemukiman warga, dan memindahkannya dari kawasan vertikal ke horizontal. Ia menilai langkah ini, sama saja dengan mengkotak-kotakan masyarakat kecil dengan masyarakat atas.

"Tidak ada yang ditingkatkan. Perubahan tempat tinggal akan mengubah ekonomi, budaya, cara pandang," tuturnya.

Terlebih dalam hal ini, Musni menilai penggusuran maupun relokasi yang dilakukan Ahok hanya membuat masyarakat semakin sengsara, kehidupan ekonomi harus diubah pendapatan pun harus disesuaikan dengan jarak tempuh. Sementara bila tak memiliki uang, konsekuensinya masyarakat akan diusir dari unit rusunawa yang sebelumnya menjadi haknya.
(mhd)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
10 menit yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
20 menit yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
1 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
3 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
15 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved