Tagih Janji Ahok, Nelayan Banten Temui Komisi IV DPR

Kamis, 28 April 2016 - 20:08 WIB
Tagih Janji Ahok, Nelayan...
Tagih Janji Ahok, Nelayan Banten Temui Komisi IV DPR
A A A
JAKARTA - Tujuh orang perwakilan nelayan Desa Lontar, Serang, Banten, mendatangi Komisi IV DPR. Mimik mereka tampak resah, lantaran aktivitas penambangan pasir laut untuk reklamasi Teluk Jakarta oleh PT Jet Star di pantai Desa Lontar masih berlangsung.

Yumi, nelayan desa lontar mengatakan, aktivitas penambangan pasir yang dilakukan PT Jet Star untuk menyuplai bahan baku reklamasi Teluk Jakarta masih berjalan. Ia menagih janji Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan perusahaan pengembang akan patuh pada keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara proyek reklamasi.

"Moratorium sudah diumumkan, tapi aktivitas penambangan pasir di tempat kami jalan terus. Mana janji Ahok," kata Yumi di ruangan Komisi IV DPR, Komplek DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016).

Yumi pun meminta kepada Komisi IV DPR untuk memanggil pihak-pihak terkait, seperti Menteri Lingkungan Hidup, perusahaan pengembang, hingga Gubernur Banten, untuk diklarifikasi soal penambangan pasir laut di Desa Lontar yang menyalahi keputusan pemerintah.

Menanggapi pemaparan para nelayan, Ketua Komisi IV, Viva Yoga Mauladi mengatakan, ada pelanggaran hukum yang telah dilakukan oleh para pengembang. Karena masih mengoperasikan kapal penyedot pasir laut di Teluk Tunda, Serang, Banten, pascamoratorium reklamasi.

"Artinya keputusan pemberhentian reklamasi sementara oleh pemerintah pusat itu tidak diindahkan developer. Buktinya mereka masih menyedot pasir laut untuk dibawa ke Teluk Jakarta," ucap Viva.

Viva pun menyanggupi akan membawa persoalan ini ke rapat internal untuk menetukan sikap Komisi IV terkait penambangan pasir laut tersebut.

"Kami meminta pemerintah pusat untuk follow up bagi developer yang melanggar hukum. Siapapun warga negara harus tunduk patuh kepada aturan yang berlaku. Aparat penegak hukum harus hadir, tak boleh kalah dengan korporasi," kata Viva.
(mhd)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
17 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
10 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
10 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved