Dibilang Ahok Cari Panggung, Ini Kata Yusril
Sabtu, 23 April 2016 - 20:09 WIB
Dibilang Ahok Cari Panggung, Ini Kata Yusril
A
A
A
JAKARTA - Salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menanggapi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan seharusnya warga tidak memberikan panggung kepada Yusril mengenai permasalahan warga Luar Batang.
"Saya merasa perlu menanggapi hal tersebut karena berkaitan dengan hak konstitusional setiap orang yang dijamin oleh UUD 1945. Istilah jangan "memberi panggung" maksudnya tentulah agar jangan diberi kesempatan kepada saya untuk berbicara di muka umum," ujar Yusril dalam keterangan pers, Sabtu (23/4/2016).
Menurut Yusril, permintaan Ahok seperti itu jelas bertentangan dengan konstitusi dan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi. Dalam demokrasi setiap orang bebas mengemukakan pendapat walau mungkin ada orang lain yang tidak setuju dengan pendapat itu.
"Saya sendiri takkan melarang atau minta orang lain agar tidak memberi kesempatan kepada Gubernur DKI untuk dengan bebas menyatakan pendapatnya. Kalau saya tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI, maka kapanpun dan dimanapun saya akan dengan bebas pula menentang pendapatnya itu," tukasnya.
Namun meski Yusril tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI itu namun dirinya menilai kebebasan Ahok untuk mengemukakan pendapat itu akan dirinya bela mati-matian.
"Saya mengajak segenap rakyat berikan panggung kepada Gubernur DKI untuk berbicara dengan bebas, walau kita tidak setuju dengan pendapatnya. Ayo kita tegakkan konstitusi dan demokrasi. Berikan kepada setiap orang hak untuk mengemukakan pendapatnya dengan bebas," tukasnya.
"Saya merasa perlu menanggapi hal tersebut karena berkaitan dengan hak konstitusional setiap orang yang dijamin oleh UUD 1945. Istilah jangan "memberi panggung" maksudnya tentulah agar jangan diberi kesempatan kepada saya untuk berbicara di muka umum," ujar Yusril dalam keterangan pers, Sabtu (23/4/2016).
Menurut Yusril, permintaan Ahok seperti itu jelas bertentangan dengan konstitusi dan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi. Dalam demokrasi setiap orang bebas mengemukakan pendapat walau mungkin ada orang lain yang tidak setuju dengan pendapat itu.
"Saya sendiri takkan melarang atau minta orang lain agar tidak memberi kesempatan kepada Gubernur DKI untuk dengan bebas menyatakan pendapatnya. Kalau saya tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI, maka kapanpun dan dimanapun saya akan dengan bebas pula menentang pendapatnya itu," tukasnya.
Namun meski Yusril tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI itu namun dirinya menilai kebebasan Ahok untuk mengemukakan pendapat itu akan dirinya bela mati-matian.
"Saya mengajak segenap rakyat berikan panggung kepada Gubernur DKI untuk berbicara dengan bebas, walau kita tidak setuju dengan pendapatnya. Ayo kita tegakkan konstitusi dan demokrasi. Berikan kepada setiap orang hak untuk mengemukakan pendapatnya dengan bebas," tukasnya.
(ysw)