Jumlah Korban Meninggal Akibat Demam Berdarah di Kota Yogya Tinggi

Sabtu, 16 April 2016 - 21:27 WIB
Jumlah Korban Meninggal...
Jumlah Korban Meninggal Akibat Demam Berdarah di Kota Yogya Tinggi
A A A
YOGYAKARTA - Kota Yogyakarta menjadi wilayah yang tertinggi korban meninggalnya akibat penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) dibandingkan daerah lainnya.

Selain karena kepadatan penduduk, juga disebabkan orang perkotaan lambat mengakses fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Pengendali Penyakit dan Masalah Lingkungan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto Chadorie, mengatakan selama 2016 sampai Maret kemarin tercatat ada empat warga Kota Yogyakarta yang meninggal akibat DBD.

"Total ada sembilan, paling banyak di Kota Yogyakarta ada empat. Di Bantul, nol yang meninggal," katanya, Sabtu (16/4).

Wilayah geografis Kota Yogyakarta yang lebih kecil dibandingkan daerah lain, namun jumlah kependudukannya lebih padat. Risiko terkena ancaman penyakit pun tinggi di musim hujan ini.

"Kepadatan penduduk berpengaruh. Kan banyak yang urban. Dari Gunungkidul, Sleman, dan lainnya banyak yang tinggal di Kota Yogyakarta," ujarnya.

Selain itu juga masih banyak masyarakat kota yang terlambat mengakses fasilitas layanan kesehatan. Ketika sudah masuk stadium lanjut, baru dibawa ke rumah sakit. "Seharusnya kalau sudah demam begitu, lebih baik langsung diperiksakan," katanya.

Selain penyakit DBD, juga masyarakat diimbau untuk mewaspadai leptos, diare. Meski musim sudah mendekati masa pancaroba.

Tak hanya di musim hujan saja memang ancamannya. Menurut Novita Krisnaeni, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, kasus DBD tetap ada di musim kemarau.

Akan tetapi memang kasusnya lebih sedikit. "Setiap musim harus tetap diwaspadai, meski nanti di musim kemarau pun," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
1 jam yang lalu
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
1 jam yang lalu
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
2 jam yang lalu
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
2 jam yang lalu
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
2 jam yang lalu
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
2 jam yang lalu
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved