Hendak Liburan ke Yogya, Pelajar Malah Tawuran di Ciamis
Jum'at, 08 April 2016 - 14:51 WIB
Hendak Liburan ke Yogya, Pelajar Malah Tawuran di Ciamis
A
A
A
CIAMIS - Terlibat tawuran di wilayah Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, enam pelajar SMK asal Kota Sukabumi diamankan polisi, Jumat (8/4/2016).
Enam pelajar tersebut, antara lain DEN (18), AND (18), RIS (18), RIF (18), ISM (18) dan EGR (18), semuanya merupakan siswa di dua SMK swasta di Sukabumi ( SMK Siliwangi dan SMK Taman Siswa).
Kanit Sabhara Polsek Cihaurbeuti Ipda Mujiono menuturkan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat telah terjadi tawuran antar pelajar di Pertigaan Sukamulya, Cihaurbeuti.
Kemudian anggota melakukan strong point ke wilayah tersebut dan benar telah terjadi tawuran pelajar yang jumlahnya sekitar puluhan.
Namun yang berhasil diamankan sebanyak enam orang. Setelah dilakukan pemeriksaan pelajar itu berasal dari SMK Siliwangi Sukabumi dan SMK Taman Siswa Sukabumi.
"Kronologisnya, kedua kelompok pelajar ini rencananya akan mengisi liburan sehabis Ujian Nasional ke Yogyakarta, namun ketemu di jalan di wilayah Sukamulya dan terjadi tawuran," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Cihaurbeuti.
Berdasarkan keterangan, pemicu tawuran kedua kelompok pelajar itu lantaran sudah bermusuhan sejak awal di Sukabumi.
Pada saat kebetulan berpapasan di Jalan hingga akhirnya terjadi saling serang di pinggir jalan. Tawuran yang mereka lakukan menggunakan senjata berupa gir sepeda motor bekas yang dililitkan pada ikat pinggang.
"Jadi mereka sejak awal di Sukabumi sudah bermusuhan, jadi ada indikasi saat bertemu di Ciamis langsung melakukan tawuran," katanya.
Dikatakan, para siswa itu tidak menggunakan sepeda motor untuk pergi ke Yogyakarta, melainkan menggunakan angkutan umum.
Langkah yang dilakukan oleh Polsek Cihaurbeuti hanya mengamankan saja, kemudian mengundang pihak sekolah dan orang tua siswa supaya bisa melakukan penjemputan di Mapolsek Cihaurbeuti.
"Sementara diamankan dulu dan dilakukan pembinaan , siswa bisa pulang setelah di jemput oleh orang tua atau pihak sekolahnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang siswa RIF, mengaku dia bersama 18 orang temannya bermaksud mau ke Yogyakarta untuk mengisi liburan sehabis ujian Nasional.
Berangkat dari Sukabumi dengan cara mencegat truk atau kendaraan sejenisnya, namun ketika di perjalanan sama-sama bertemu siswa dari sekolah lain yang memang bermusuhan hingga terjadi tawuran di wilayah Ciamis.
Sementara kelompok siswa lainnya berjumlah 20 orang. Selain enam orang yang diamankan sisanya melarikan diri.
Enam pelajar tersebut, antara lain DEN (18), AND (18), RIS (18), RIF (18), ISM (18) dan EGR (18), semuanya merupakan siswa di dua SMK swasta di Sukabumi ( SMK Siliwangi dan SMK Taman Siswa).
Kanit Sabhara Polsek Cihaurbeuti Ipda Mujiono menuturkan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat telah terjadi tawuran antar pelajar di Pertigaan Sukamulya, Cihaurbeuti.
Kemudian anggota melakukan strong point ke wilayah tersebut dan benar telah terjadi tawuran pelajar yang jumlahnya sekitar puluhan.
Namun yang berhasil diamankan sebanyak enam orang. Setelah dilakukan pemeriksaan pelajar itu berasal dari SMK Siliwangi Sukabumi dan SMK Taman Siswa Sukabumi.
"Kronologisnya, kedua kelompok pelajar ini rencananya akan mengisi liburan sehabis Ujian Nasional ke Yogyakarta, namun ketemu di jalan di wilayah Sukamulya dan terjadi tawuran," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Cihaurbeuti.
Berdasarkan keterangan, pemicu tawuran kedua kelompok pelajar itu lantaran sudah bermusuhan sejak awal di Sukabumi.
Pada saat kebetulan berpapasan di Jalan hingga akhirnya terjadi saling serang di pinggir jalan. Tawuran yang mereka lakukan menggunakan senjata berupa gir sepeda motor bekas yang dililitkan pada ikat pinggang.
"Jadi mereka sejak awal di Sukabumi sudah bermusuhan, jadi ada indikasi saat bertemu di Ciamis langsung melakukan tawuran," katanya.
Dikatakan, para siswa itu tidak menggunakan sepeda motor untuk pergi ke Yogyakarta, melainkan menggunakan angkutan umum.
Langkah yang dilakukan oleh Polsek Cihaurbeuti hanya mengamankan saja, kemudian mengundang pihak sekolah dan orang tua siswa supaya bisa melakukan penjemputan di Mapolsek Cihaurbeuti.
"Sementara diamankan dulu dan dilakukan pembinaan , siswa bisa pulang setelah di jemput oleh orang tua atau pihak sekolahnya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang siswa RIF, mengaku dia bersama 18 orang temannya bermaksud mau ke Yogyakarta untuk mengisi liburan sehabis ujian Nasional.
Berangkat dari Sukabumi dengan cara mencegat truk atau kendaraan sejenisnya, namun ketika di perjalanan sama-sama bertemu siswa dari sekolah lain yang memang bermusuhan hingga terjadi tawuran di wilayah Ciamis.
Sementara kelompok siswa lainnya berjumlah 20 orang. Selain enam orang yang diamankan sisanya melarikan diri.
(nag)