Lama Ditutup, Prostitusi di Blitar Dicurigai Muncul Lagi

Jum'at, 08 April 2016 - 06:07 WIB
Lama Ditutup, Prostitusi...
Lama Ditutup, Prostitusi di Blitar Dicurigai Muncul Lagi
A A A
BLITAR - Praktik pelacuran disinyalir kambuh kembali di bekas lokalisasi di Kabupaten Blitar. Para eks pekerja seks komersial (PSK) di Talun, Selorejo dan Poluhan Ponggok diduga berkamuflase dengan membuka tempat hiburan karaoke, kafe dan warung remang remang.

Secara terselubung mantan kupu kupu malam itu masih membuka service bagi pria-pria hidung belang. “Karenanya saat ini kita memfokuskan pantauan dan patroli di bekas lokalisasi itu. Informasinya mereka beraktifitas kembali,“ ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar Toha Mashuri kepada wartawan.

Penutupan lokalisasi di Kabupaten Blitar pada tahun 2011 relatif lebih awal. Setidaknya jauh sebelum Pemerintah Surabaya menggulung pelacuran terbesar di Asia Tenggara Gang Dolly. Penutupan yang melibatkan ormas nahdliyin, termasuk Ansor serta Banser Kabupaten Blitar itu tergolong sukses.

Tidak ada perlawanan dari mucikari, penghuni, dan pedagang yang selama ini bergantung dari aktifitas pelacuran. Sebelum menutup paksa, pemerintah melalui Komite Pelarangan Prostitusi dan Penanganan Wanita Tuna Susila dan Pria Tuna Susila (KP3 WTS/PTS) memberikan pembinaan dan tali asih para eks PSK.

Saat dipulangkan ke kampung halaman para eks PSK diharapkan mampu bekerja dengan cara yang tidak menyimpangi norma agama dan negara. Terkait penyalahgunaan tempat kos sebagai praktik esek-esek Toha mengaku belum menerima laporan. “Namun kendati demikian kita juga melakukan pantauan ke sana (rumah kos),“ tegasnya.

Toha menambahkan, bahwa meskipun penutupan sudah berlangsung lama pihaknya mendapat instruksi dari Biro Kesra Provinsi Jawa Timur untuk terus mengawasi. Sebab pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial menargetkan Indonesia bebas prostitusi pada tahun 2019.

Menanggapi hal itu Hendi Budi mantan komisioner KP3 WTS PTS Kabupaten Blitar mengatakan bersepakat pemantauan terus dilakukan. Namun kendati demikian harus dipastikan apakah dugaan kemunculan ulang praktik prostitusi di bekas lokalisasi dilakukan orang yang sama atau pendatang baru.

“Intinya pemantauan harus terus dilakukan. Namun juga dipastikan apakah yang dikabarkan praktik lagi itu orang yang sama atau baru,“ tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved