DKI Disarankan Kembalikan 3 in 1 daripada Terapkan Ganjil-Genap

Rabu, 06 April 2016 - 09:32 WIB
DKI Disarankan Kembalikan...
DKI Disarankan Kembalikan 3 in 1 daripada Terapkan Ganjil-Genap
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta disarankan kembali menerapkan 3 in 1, jika hasil uji coba penghapusan sistem lalu lintas tersebut justru terjadi penambahan volume kendaraan.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyayangkan sikap Pemprov DKI yang terlalu cepat menghapus kawasan 3 in 1 tanpa adanya pemberlakuan Electronic Road Pricing (ERP). Namun, Nirwono berharap kajian evaluasi sekarang bisa mendapatkan data-data perubahan kendaraan pribadi yang keluar masuk kawasan 3 in 1.

Apabila hasilnya kendaraan bertambah, Pemprov DKI sebaiknya kembali menerapkan kawasan 3 in 1 dan mempertegas penegakan hukumnya, bukan malah memasang sistem ganjil-genap. "Sistem ganjil-genap itu wacana lama. Realistis diterapkan, tetapi DKI dan Kepolisian belum punya pusat data, perangkat pemindai pelat kendaraan belum ada, SDM-nya juga belum disiapkan," kata Nirwono Joga saat dihubungi kemarin.

Nirwono menjelaskan, untuk menerapkan sistem ganjil genap itu harus ada pusat data sentral daftar pemilik kendaraan ganjil genap. Sehingga, saat nomor polisi kendaraan dipindai oleh gerbang U yang dilengkapi kamera teknologi canggih, keaslian nomor polisi tersebut bisa terbaca di ponsel petugas kepolisian. Apabila menggunakan nomor polisi palsu, polisi harus menindak tegas.

Selain itu, lanjut Nirwono, apabila sistem ganjil genap diterapkan secara menyeluruh di kawasan 3 in 1, DKI harus menyiapkan parkir meter secara menyeluruh, park and ride, standar pelayanan maksimal (SPM) waktu kedatangan bus Transjakarta dipercepat, penambahan bus TransJakarta dan peremajaan bus sedang.

"Sampai dengan akhir tahun ini sistem ganjil genap belum siap dibangun. Jadi kalau mau kembalikan kawasan 3 in 1 dengan penegakan hukum yang tegas. Termasuk dengan dampak sosialnya. Saya rasa kawasan 3 in 1 mampu mengurangi kemacetan," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, berencana menerapkan sistem ganjil-genap apabila uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 membuat kemacetan di ruas jalan tersebut bertambah. Terlebih, kata dia, sistem ganjil genap sudah memiliki kajiannya.

"Tadinya kami pikir perusahaan swasta bisa langsung cepat pasang ERP. Ternyata peraturannya tidak mudah. Nah sekarang ada laporan ekspolitasi anak, kami hapus 3 in 1, kalau masih macet kita pasang saja ganjil genap," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Kemenperin Pede Program...
Kemenperin Pede Program Diklat 3 in 1 Tekan Angka Pengangguran
3-in-1 Beauty Hacks...
3-in-1 Beauty Hacks dengan Face Mist
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta...
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta Bakal Dihapus, Dishub Ungkap Penyebabnya
Inovasi Terbaru dari...
Inovasi Terbaru dari ITB, 3 in 1 Face Protector
Kemenperin Kembangkan...
Kemenperin Kembangkan SDM Bidang Industri Melalui Diklat 3 in 1
Peluncuran Inovasi Rinso...
Peluncuran Inovasi Rinso Matic Kapsul 3-in-1
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
10 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved