Abu Jenazah Turis Rusia yang Diterkam Buaya Dibawa ke Bali
Selasa, 05 April 2016 - 23:39 WIB
Abu Jenazah Turis Rusia yang Diterkam Buaya Dibawa ke Bali
A
A
A
SORONG - Abu jenazah turis asing asal Rusia yang tewas di Raja Ampat, Papua Barat, Sergey Lykhvar (39), telah di kirim ke Bali. Jenazah tersebut selanjutnya akan diambil oleh pihak kedutaan besar Rusia untuk dibawa ke negara Asal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Yusdi Lamatenggo mengatakan jenazah Sergey setelah dikremasi di Distrik Klalin, Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat 1 April 2016 lalu kemudian di kirim ke Bali untuk selanjutnya di jemput pihak keluarga dan dibawa ke negara Asalnya.
"Abu jenazah Sergey sudah Dikirim ke Bali, nanti pihak Dubes Rusia dan keluarga yang menjemput dan dibawa ke Rusia." kata Yusdi, Selasa (05/4/2016) malam tadi.
Menurut Yusdi hal ini dilakukan atas permintaan pihak keluarga. "Keluarga meminta abu jenazah di kirim ke Bali, staf saya sudah mengantar ke sana, dan akan diambil oleh pihak Kedubes dan keluarga," kata Yusdi
Saat ditanya soal safety wistawan yang berkunjung ke Raja Ampat pascatewasnya turis asing asal Rusia yang diduga kuat diterkam buaya. " Tidak ada masalah, karena kejadian itu kebetulan saja," pungkasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Yusdi Lamatenggo mengatakan jenazah Sergey setelah dikremasi di Distrik Klalin, Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat 1 April 2016 lalu kemudian di kirim ke Bali untuk selanjutnya di jemput pihak keluarga dan dibawa ke negara Asalnya.
"Abu jenazah Sergey sudah Dikirim ke Bali, nanti pihak Dubes Rusia dan keluarga yang menjemput dan dibawa ke Rusia." kata Yusdi, Selasa (05/4/2016) malam tadi.
Menurut Yusdi hal ini dilakukan atas permintaan pihak keluarga. "Keluarga meminta abu jenazah di kirim ke Bali, staf saya sudah mengantar ke sana, dan akan diambil oleh pihak Kedubes dan keluarga," kata Yusdi
Saat ditanya soal safety wistawan yang berkunjung ke Raja Ampat pascatewasnya turis asing asal Rusia yang diduga kuat diterkam buaya. " Tidak ada masalah, karena kejadian itu kebetulan saja," pungkasnya.
(nag)