Pemprov DKI Tak Serius Benahi Sistem Transportasi Ibu Kota

Kamis, 24 Maret 2016 - 02:43 WIB
Pemprov DKI Tak Serius...
Pemprov DKI Tak Serius Benahi Sistem Transportasi Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta seperti tidak serius membenahi sistem transportasi yang ada di Jakarta. Selain banyak penataan dan tumpang tindih rute angkutan perkotaan. Penambahan jalan yang ada juga malah lebih banyak mendorong masyarakat untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Jogo tak menampik kondisi demikian. Menjamurnya sistem transportasi secara online merupakan bukti mendasar masyarakat sudah tidak lagi mempercayai transportasi massal.

Transportasi online mampu menyediakan ketepatan waktu, harga, dan mengetumakan keselamatan dan kenyamanan dibandingkan transportasi konvesional. "Jadi ini bentuk kemarahan penumpang. Mereka tidak merasa nyaman dengan transportasi konvensional, ada yang salah dengan sistem ini, dan tidak dipelajari oleh Pemprov," jelas Nirwono, Rabu 23 Maret 2016 kemarin.

Buruknya sistem transportasi yang ada, tak lepas dari ketegasan pemerintah. Mereka membiarkan kondisi angkutan perkotaan konvensional menjadi terbengkalai tanpa memberikan tindak tegas, selain itu, omprengan liar yang ada juga tidak dibasmi.

Karena itulah, beberapa rute angkutan menjadi tumpang tindih. Sementara penambahan armada baru tidak mengalami penambahan. Tak hanya itu, sekalipun pemerintah berupaya mengurangi kemacetan dengan cara membangun jalan layang di sejumlah ruas jalan, hal itu tidak lantas mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

Keberadaan penggunaan jalan layang justru malah membuat masyarakat merasa nyaman dengan angkutan pribadi. "Seharusnya daripada membangun jalan layang, Pemprov melakukan penambahan dan peremajaan angkutan. Sehingga masyrakat akan merasa nyaman," jelasnya.

Nirwono juga menyarankan kepada semua pemilik angkutan agar lebih terstruktur dan teriorganisasi kepada satu pengelola dengan diawasi langsung pemerintah. Hal ini, diyakini akan membuat pengawasan menjadi lebih mudah, termasuk memberikan sanksi bila ada yang melakukan pelanggaran.

"Kalo semua menjadi satu pintu, maka pembuatan rute baru akan lebih mudah. Dishubtrans bisa menjadi regulator, sementara kontrolnya ada di operator seperti Transjakarta," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
5 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
6 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
6 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
7 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
7 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved