Soal Demo Taksi, DPRD DKI: Itu Urusan Perut, Dishub Harus Cari Solusi
Rabu, 23 Maret 2016 - 09:24 WIB
Soal Demo Taksi, DPRD DKI: Itu Urusan Perut, Dishub Harus Cari Solusi
A
A
A
JAKARTA - Aksi demo sopir taksi yang berujung bentrok ditanggapi anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad 'Ongen' Sangaji. Menurut anggota Komisi B ini, Dishub DKI dan Organda DKI harus berembuk untuk mencari jalan keluar masalah tersebut.
"Saya menyesalkan sikap anarkis saat demo kemarin. Sesama sopir saling berantem, enggak bagus lah," ujar Ongen, Rabu (23/3/2016).
Sebagai salah satu anggota di komisi yang membidangi transportasi, Ongen meminta kepada Pemprov DKI dalam hal ini Dishub DKI dan Organda DKI bisa duduk bersama untuk membicarakan masalah ini. (Baca: Rekannya Dipukuli, Pengemudi Go-Jek dan Grab Bike Sweeping Taksi)
"Ya harus panggil dan cari jalan keluar, baik Organda maupun Dishub, karena ini tidak bisa dibiarkan menyangkut urusan perut nih," ujar Ketua DPD Hanura DKI Jakarta itu. (Baca juga: Lakukan Sweeping, Mobil Taksi Diinjak-injak Pedemo)
Perlu diketahui, aksi demonstrasi dilakukan oleh ratusan sopir taksi di beberapa titik seperti Istana Negara, Gedung MPR/DPR-RI, Senayan, dan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut agar Pemerintah Pusat menutup layanan UberTaxi dan GrabCar.
Di beberapa titik, sempat terjadi tindak anarkis yang dilakukan oleh sopir taksi dengan aksi sweeping dan pengerusakan armada taksi.
Tak hanya aksi sweeping, bahkan sopir taksi terlibat saling lempar batu dengan pengendara ojek berbasis aplikasi.
"Saya menyesalkan sikap anarkis saat demo kemarin. Sesama sopir saling berantem, enggak bagus lah," ujar Ongen, Rabu (23/3/2016).
Sebagai salah satu anggota di komisi yang membidangi transportasi, Ongen meminta kepada Pemprov DKI dalam hal ini Dishub DKI dan Organda DKI bisa duduk bersama untuk membicarakan masalah ini. (Baca: Rekannya Dipukuli, Pengemudi Go-Jek dan Grab Bike Sweeping Taksi)
"Ya harus panggil dan cari jalan keluar, baik Organda maupun Dishub, karena ini tidak bisa dibiarkan menyangkut urusan perut nih," ujar Ketua DPD Hanura DKI Jakarta itu. (Baca juga: Lakukan Sweeping, Mobil Taksi Diinjak-injak Pedemo)
Perlu diketahui, aksi demonstrasi dilakukan oleh ratusan sopir taksi di beberapa titik seperti Istana Negara, Gedung MPR/DPR-RI, Senayan, dan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut agar Pemerintah Pusat menutup layanan UberTaxi dan GrabCar.
Di beberapa titik, sempat terjadi tindak anarkis yang dilakukan oleh sopir taksi dengan aksi sweeping dan pengerusakan armada taksi.
Tak hanya aksi sweeping, bahkan sopir taksi terlibat saling lempar batu dengan pengendara ojek berbasis aplikasi.
(ysw)