Misinah Nenek 70 Tahun Penderita Lumpuh dan Punggung Berlubang
Kamis, 17 Maret 2016 - 07:59 WIB
Misinah Nenek 70 Tahun Penderita Lumpuh dan Punggung Berlubang
A
A
A
PONOROGO - Misinah nenek berumur 70 tahun asal Ponorogo terbaring lemah di atas bale bambu di rumahnya Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo. Kondisinya mengenaskan tubuhnya kurus kering, tinggal tulang terbalut kulit.
Selain itu ada sekitar 10 luka di tubuhnya, bahkan dua luka di punggung menyebabkan punggungnya berlubang.
Nenek ini mengalami penyakit lumpuh sejak 4 tahun lalu kondisinya kian memburuk sejak kematian suaminya yang bernama Senen 3 tahun lalu.
Tak ada yang merawat karena tak memiliki anak, sehari hari Misinah hanya dirawat oleh Ginem keponakannya.
Ginem pula yang membersihkan saat buang air karena sang nenek tak bisa beranjak dari tempat tidur. Untuk kebutuhan makan Misinah dibantu oleh tetangga dan saudara di sekitar rumahnya.
Sementara sakitnya tak pernah diobati karena tak ada biaya. Misinah hanya bisa berbaring setiap hari diatas tempat tidur.
Menurut Ginem, Misinah sudah tercatat sebagai warga lanjut yang mendapat bantuan dari Dinas Sosial berupa bantuan uang tunai Rp200 ribu per bulan. Namun beberapa bulan terakhir bantuan itu tidak ada lagi.
Sementara untuk bantuan kesehatan tidak ada sama sekali. Warga berharap ada bantuan kesehatan minimal ada petugas kesehatan yang datang dan memberi layanan kesehatan agar Misinah bisa sehat dan beraktivitas normal lagi.
Selain itu ada sekitar 10 luka di tubuhnya, bahkan dua luka di punggung menyebabkan punggungnya berlubang.
Nenek ini mengalami penyakit lumpuh sejak 4 tahun lalu kondisinya kian memburuk sejak kematian suaminya yang bernama Senen 3 tahun lalu.
Tak ada yang merawat karena tak memiliki anak, sehari hari Misinah hanya dirawat oleh Ginem keponakannya.
Ginem pula yang membersihkan saat buang air karena sang nenek tak bisa beranjak dari tempat tidur. Untuk kebutuhan makan Misinah dibantu oleh tetangga dan saudara di sekitar rumahnya.
Sementara sakitnya tak pernah diobati karena tak ada biaya. Misinah hanya bisa berbaring setiap hari diatas tempat tidur.
Menurut Ginem, Misinah sudah tercatat sebagai warga lanjut yang mendapat bantuan dari Dinas Sosial berupa bantuan uang tunai Rp200 ribu per bulan. Namun beberapa bulan terakhir bantuan itu tidak ada lagi.
Sementara untuk bantuan kesehatan tidak ada sama sekali. Warga berharap ada bantuan kesehatan minimal ada petugas kesehatan yang datang dan memberi layanan kesehatan agar Misinah bisa sehat dan beraktivitas normal lagi.
(sms)