P3SK Yogya: PSK Sarkem Sudah Banyak yang Minggat
Rabu, 09 Maret 2016 - 18:44 WIB
P3SK Yogya: PSK Sarkem Sudah Banyak yang Minggat
A
A
A
YOGYAKARTA - Ketua Perhimpunan Perempuan Pekerja Seks Komersial (P3SK) Yogyakarta Sarmi (48) irit bicara saat ditanya rencana penutupan lokasi prostitusi terselubung di Sarkem, Yogyakarta.
Perempuan asal Kulon Progo itu enggan memberi tanggapan panjang lebar. Sebab, dia hanya bekerja sebagai pedagang di kawasan yang berada di Jalan Pasar Kembang tersebut.
"Kalau sudah rencana pemerintah, sebenarnya bukan kapasitas saya memberi tanggapan. Saya hanya orang kecil, dagang makanan di sini," katanya, Rabu (9/3/2016).
Meski demikian, dia memiliki harapan jika rencana pemerintah itu direalisasikan. Seperti memberi pelatihan, keterampilan hingga modal usaha kepada para PSK agar mandiri.
"Sudah banyak PSK yang tidak lagi di sini, mereka mandiri karena mendapat pelatihan-pelatihan, keterampilan seperti menjahit, dagang, dan lainnya," jelasnya.
Informasinya, pemerintah melalui Kementerian Sosial memiliki target untuk melakukan penutupan kawasan Sarkem dari praktik prostitusi terselubung. Pemerintah Kota Yogya tengah mendata, mengkaji, serta mencari formulasi solusi yang tepat.
Sebab, penutupan lokalisasi itu memiliki masalah yang kompleks, mulai dari PSK hingga mata pencaharian penduduk setempat. Kawasan Sarkem merupakan tempat milik warga yang banyak disewakan orang lain untuk kepentingan bisnis legal.
"Yang jelas masih dibahas bersama, pemerintah dengan warga. Kami lakukan pendekatan yang terbaik untuk semua," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigransi Kota Yogya Hadi Mocthar.
Perempuan asal Kulon Progo itu enggan memberi tanggapan panjang lebar. Sebab, dia hanya bekerja sebagai pedagang di kawasan yang berada di Jalan Pasar Kembang tersebut.
"Kalau sudah rencana pemerintah, sebenarnya bukan kapasitas saya memberi tanggapan. Saya hanya orang kecil, dagang makanan di sini," katanya, Rabu (9/3/2016).
Meski demikian, dia memiliki harapan jika rencana pemerintah itu direalisasikan. Seperti memberi pelatihan, keterampilan hingga modal usaha kepada para PSK agar mandiri.
"Sudah banyak PSK yang tidak lagi di sini, mereka mandiri karena mendapat pelatihan-pelatihan, keterampilan seperti menjahit, dagang, dan lainnya," jelasnya.
Informasinya, pemerintah melalui Kementerian Sosial memiliki target untuk melakukan penutupan kawasan Sarkem dari praktik prostitusi terselubung. Pemerintah Kota Yogya tengah mendata, mengkaji, serta mencari formulasi solusi yang tepat.
Sebab, penutupan lokalisasi itu memiliki masalah yang kompleks, mulai dari PSK hingga mata pencaharian penduduk setempat. Kawasan Sarkem merupakan tempat milik warga yang banyak disewakan orang lain untuk kepentingan bisnis legal.
"Yang jelas masih dibahas bersama, pemerintah dengan warga. Kami lakukan pendekatan yang terbaik untuk semua," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigransi Kota Yogya Hadi Mocthar.
(san)