Parpol Diprediksi Keukeuh Lobi Ridwan Kamil untuk Pilgub DKI
Jum'at, 04 Maret 2016 - 21:22 WIB
Parpol Diprediksi Keukeuh Lobi Ridwan Kamil untuk Pilgub DKI
A
A
A
DEPOK - Sejumlah partai politik (parpol) diprediksi akan tetap merayu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk kembali bertarung pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ikhsan Darmawan mengatakan, Ridwan Kamil memang telah memutuskan tidak maju dalam Pilgub DKI Jakarta. Meskipun Ridwan Kamil sudah menegaskan diri tak akan maju, tetapi dengan waktu pendaftaran yang cukup panjang seluruhnya masih banyak peluang cair.
Ikhsan menduga masih akan banyak partai politik yang terus mendorong Ridwan Kamil untuk menerima pinangan.“Saya masih berkeyakinan begini, bisa salah atau asumsi saya saja. Bisa saja ini mungkin benar Ridwan Kamil begitu, cuma kan waktu ke pendaftaran masih lumayan. Saya masih punya dugaan nanti akan ada lobi-lobi yang dilakukan partai-partai tertentu dorong sampai dia mau,” kata Ikhsan, Jumat 4 Maret 2016 kemarin.
Namun, lanjut Ikhsan, jika akhirnya Ridwan Kamil terbujuk untuk maju tentu resikonya akan dicap inkonsiten. Kondisi saat ini, kata Ikhsan, juga menguntungkan Ridwan Kamil agar tidak diserang lawan politik lebih dulu.
“Kalau benar akhirnya maju setelah dilobi, nanti dibilang enggak konsisten, bisa saja dia bilang karena diminta banget sama orang. Bisa lah dengan bahasa politis, lalu maju. Walaupun itu bisa jadi kemungkinan ada benarnya atau tidak. Kemungkinannya muncul belakangan akan diserang belakangan, kalau sekarang kan dihajarnya duluan. Kita tahulah lawan politik,” tutup Ikhsan.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ikhsan Darmawan mengatakan, Ridwan Kamil memang telah memutuskan tidak maju dalam Pilgub DKI Jakarta. Meskipun Ridwan Kamil sudah menegaskan diri tak akan maju, tetapi dengan waktu pendaftaran yang cukup panjang seluruhnya masih banyak peluang cair.
Ikhsan menduga masih akan banyak partai politik yang terus mendorong Ridwan Kamil untuk menerima pinangan.“Saya masih berkeyakinan begini, bisa salah atau asumsi saya saja. Bisa saja ini mungkin benar Ridwan Kamil begitu, cuma kan waktu ke pendaftaran masih lumayan. Saya masih punya dugaan nanti akan ada lobi-lobi yang dilakukan partai-partai tertentu dorong sampai dia mau,” kata Ikhsan, Jumat 4 Maret 2016 kemarin.
Namun, lanjut Ikhsan, jika akhirnya Ridwan Kamil terbujuk untuk maju tentu resikonya akan dicap inkonsiten. Kondisi saat ini, kata Ikhsan, juga menguntungkan Ridwan Kamil agar tidak diserang lawan politik lebih dulu.
“Kalau benar akhirnya maju setelah dilobi, nanti dibilang enggak konsisten, bisa saja dia bilang karena diminta banget sama orang. Bisa lah dengan bahasa politis, lalu maju. Walaupun itu bisa jadi kemungkinan ada benarnya atau tidak. Kemungkinannya muncul belakangan akan diserang belakangan, kalau sekarang kan dihajarnya duluan. Kita tahulah lawan politik,” tutup Ikhsan.
(whb)