Prostitusi Pantai Selatan, Muka Baru Banyak Ditemukan sejak Dolly Tutup

Minggu, 28 Februari 2016 - 19:59 WIB
Prostitusi Pantai Selatan,...
Prostitusi Pantai Selatan, Muka Baru Banyak Ditemukan sejak Dolly Tutup
A A A
BANTUL - Sejak prostitusi Dolly ditutup Pemerintah Kota Surabaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Bantul mulai mengendus kedatangan pekerja seks komersial (PSK) dari luar daerah ke Kabupaten Bantul.

Beberapa lokasi yang menjadi daerah tujuan kedatangan PSK asal luar Bantul tersebut adalah tempat-tempat wisata yang ada di sepanjang Pantai Selatan Bantul.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Sat Pol PP Bantul, Anjar Arintaka mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan operasi non yustisi yaitu diantaranya mendata tempat-tempat yang diperkirakan menjadi kantong tujuan ‘pendatang-pendatang haram’ di wilayahnya. Dari pendataan tersebut didapati memang ada pendatang-pendatang haram yang sudah masuk ke Bantul.

“Di Pandansimo misalnya, kami sudah mengantongi datanya,” ujar Anjar. Di Pandansimo, pihaknya sebenarnya mengalami kesulitan mendeteksi keberadaan para PSK yang ada di kawasan tersebut.

Karena warga setempat mengatakan tidak ada aktivitas menjajakan diri di kawasan tersebut. Hanya saja, dari informasi yang berhasil dia himpun dari berbagai pihak dan dari pendataan yang dia lakukan ternyata di kawasan tersebut cukup banyak didapati PSK.

Anjar mengklaim, PSK-PSK tersebut bukan berasal dari Bantul melainkan luar Bantul dan rata-rata sudah berusia ‘tua’. Mereka merupakan ‘pindahan’ dari lokalisasi di wilayah lain karena sudah ‘tak begitu laku’ lagi.

Dengan kedatangan para PSK tersebut, Pandansimo kembali menjadi salah satu wilayah yang kembali marak prostitusi. Tak jarang, mereka kini ‘menyamar’ sebagai LC di karaoke-karaoke yang juga ilegal.

“Padahal, beberapa waktu lalu sudah bersih. Kami juga kini tengah berusaha menekan perkembangan karaoke illegal di kawasan sepanjang pantai selatan Bantul,”ungkapnya.

Kepala Sat Pol PP Bantul, Hernawan Setiadji mengakui memang banyak PSK pendatang yang masuk ke Bantul. Semakin tua usia PSK yang datang ke Bantul, maka mereka tergeser semakin ke barat atau ke arah Pandansimo.

Untuk itu, pihaknya rutin menggelar razia untuk mengurangi jumlah PSK yang beroperasi di wilayahnya. Hanya saja, untuk menjerat mereka dengan pasal Prostitusi, pihaknya memang mengalami kesulitan.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul hanyalah dengan melakukan operasi yustisi kependudukan. Para pendatang ini akan diperiksa dokumen kependudukannya. “Kalau tidak lengkap kami bisa menyidangkan dan mengembalikan ke daerah asalnya,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
13 menit yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
1 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
1 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
2 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
2 jam yang lalu
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
3 jam yang lalu
Infografis
Spesies Baru Bunga Anggrek...
Spesies Baru Bunga Anggrek Mirip Kaca Ditemukan di Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved