Salah Paham, Anggota Polisi Pukul dan Todong Personel TNI
Minggu, 21 Februari 2016 - 16:59 WIB
Salah Paham, Anggota Polisi Pukul dan Todong Personel TNI
A
A
A
PALOPO - Akibat salah paham sekelompok anggota Polres Palopo mendatangi Rumah Sakit (RS) Tentara sambil memukul satu orang TNI dan menodongkan senjata kepada anggota TNI lainnya. Anggota TNI yang dipukul oleh oknum anggota Polres Palopo ini bernama Serka Anwar dan anggota TNI yang ditodong senjata pistol bernama Serda Jasruddin.
Menurut keterangan Dandim 1403/Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi meluruskan bahwa informasi yang beredar yang menyebutkan anggota TNI melakukan pemukulan terhadap anggota Polres Palopo adalah informasi salah.
"Sindo harus luruskan ini, media lain sudah tulis kalau TNI yang memukul aparat Polisi, janganlah selalu menyusutkan TNI, yang benar justeru anggota saya yang dipukul dan ditodong pake pistol," ujar Cecep dengan nada tinggi.
Dandim 1403 Sawerigading kemudian menceritakam kronologi kejadian yang menurut dia itulah yang benar. "Kejadiannya awal di sekitar kantor PMI Palopo yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Tentara," kata Cecep.
Dijelaskan bahwa sekira antara pukul 02.00 dan pukul 03.00 WIB dini hari, terjadi aksi balapan liar di depan kantor PMI, karena dianggap menganggu ketenangan, sejumlah anggota PMI melempari para pelaku balapan liar.
"Yang pertama lewat sekolompok pelaku balapan liar, belakangan muncul lagi dua motor juga balapan, yang dua ini dilempari sama anggota PMI bukan anggota TNI, ternyata mereka ini adalah polisi," jelas Cecep.
Saat terjatuh, anggota PMI menghampiri. "Baru disitu mereka tahu kalau mereka ini justeru polisi yang mengejar pelaku balapan liar. Karena lokasi kejadian dekat dari RS Tentara, mereka langsung dilarikan kesana guna menjalani pengobatan," jelas Cecep.
Lebih jauh disampaikan Cecep bahwa, karena polisi ini membawa senjata tajam, Kepala RS Tentara, Letnan Sayuti, membawa mereka ke posko POM setelah menjalani perawatan.
"Tidak lama berselang, datang tujuh orang anggota polisi di RS Tentara, mereka memukul anggota saya, bernama Serka Anwar dan juga menodongkan pistol kepada Serda Jasruddin, setelah itu mereka kabur, itu kejadian sebenarnya," tandas Cecep.
Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono, yang dikonfirmasi KORAN SINDO, mengaku belum mendapat informasi rinci dari anggotanya di Polres Palopo. "Saya belum dapat kepastian kejadian tersebut, saya masih dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar, saya kena DBD," kata Dudung.
Informasi yang dihimpun Koran SINDO dari Humas Polres Palopo menyebutkan kedua pihak Kodim 1403 Sawerigading dan Polres Palopo telah melakukan pertemuan klarifikasi peristiwa ini dan upaya mendamaikan personel mereka.
Pertemuan tersebut berlangsung di Warkop Dinasti, Minggu pagi (21/2/2016). Pertemuan ini dihadiri Dandim 1403/ Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi, Kapolres Palopo yang diwakili Waka Polres Palopo Kompol Muh Arif, Sub Den POM Palopo, sejumlah perwira Kodim serta para perwira Polres Palopo.
Menurut keterangan Dandim 1403/Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi meluruskan bahwa informasi yang beredar yang menyebutkan anggota TNI melakukan pemukulan terhadap anggota Polres Palopo adalah informasi salah.
"Sindo harus luruskan ini, media lain sudah tulis kalau TNI yang memukul aparat Polisi, janganlah selalu menyusutkan TNI, yang benar justeru anggota saya yang dipukul dan ditodong pake pistol," ujar Cecep dengan nada tinggi.
Dandim 1403 Sawerigading kemudian menceritakam kronologi kejadian yang menurut dia itulah yang benar. "Kejadiannya awal di sekitar kantor PMI Palopo yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Tentara," kata Cecep.
Dijelaskan bahwa sekira antara pukul 02.00 dan pukul 03.00 WIB dini hari, terjadi aksi balapan liar di depan kantor PMI, karena dianggap menganggu ketenangan, sejumlah anggota PMI melempari para pelaku balapan liar.
"Yang pertama lewat sekolompok pelaku balapan liar, belakangan muncul lagi dua motor juga balapan, yang dua ini dilempari sama anggota PMI bukan anggota TNI, ternyata mereka ini adalah polisi," jelas Cecep.
Saat terjatuh, anggota PMI menghampiri. "Baru disitu mereka tahu kalau mereka ini justeru polisi yang mengejar pelaku balapan liar. Karena lokasi kejadian dekat dari RS Tentara, mereka langsung dilarikan kesana guna menjalani pengobatan," jelas Cecep.
Lebih jauh disampaikan Cecep bahwa, karena polisi ini membawa senjata tajam, Kepala RS Tentara, Letnan Sayuti, membawa mereka ke posko POM setelah menjalani perawatan.
"Tidak lama berselang, datang tujuh orang anggota polisi di RS Tentara, mereka memukul anggota saya, bernama Serka Anwar dan juga menodongkan pistol kepada Serda Jasruddin, setelah itu mereka kabur, itu kejadian sebenarnya," tandas Cecep.
Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono, yang dikonfirmasi KORAN SINDO, mengaku belum mendapat informasi rinci dari anggotanya di Polres Palopo. "Saya belum dapat kepastian kejadian tersebut, saya masih dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar, saya kena DBD," kata Dudung.
Informasi yang dihimpun Koran SINDO dari Humas Polres Palopo menyebutkan kedua pihak Kodim 1403 Sawerigading dan Polres Palopo telah melakukan pertemuan klarifikasi peristiwa ini dan upaya mendamaikan personel mereka.
Pertemuan tersebut berlangsung di Warkop Dinasti, Minggu pagi (21/2/2016). Pertemuan ini dihadiri Dandim 1403/ Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi, Kapolres Palopo yang diwakili Waka Polres Palopo Kompol Muh Arif, Sub Den POM Palopo, sejumlah perwira Kodim serta para perwira Polres Palopo.
(sms)