Penerapan ERP di Jakarta Terkendala Infrastruktur Pendukung

Selasa, 16 Februari 2016 - 03:46 WIB
Penerapan ERP di Jakarta...
Penerapan ERP di Jakarta Terkendala Infrastruktur Pendukung
A A A
JAKARTA - Sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di Jakarta belum bisa diterapkan pada tahun ini. Pasalnya, Pemprov DKI hingga kini sedanng menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung ERP.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono mengatakan, setelah mendengar masukan dari Kementerian Perhubungan terkait ERP, pihaknya meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI untuk menyempurnakan dokumen lelang ERP. Sebab, investasi yang dilelang ini mengeluarkan biaya besar.

Di mana apabila DKI mengalami kelemahan, investor pasti akan menggunakan pengacara hebat dan DKI dipastikan akan kalah. Adapun masukan dari Kemenhub yang harus dicantumkan dalam dokumen lelang, lanjut Heru, di antaranya yakni perbaikan angkutan umum, penyediaan park and ride, rambu-rambu ERP, pelayanan tarif, penegakan hukum dan sebagainya.

Terpenting, Kemenhub meminta bagaimana dengan kendaraan dinas instansi pemerintahan di jalur ERP. "Kami sudah menerima dokumen lelang ERP yang diajukan Dishubtrans. Setelah saya baca dan dapat masukan dari Kemenhub, dokumen masih lemah. Kita tunggu sampai semuanya sempurna," kata Heru Budi Hartono di Balai Kota, Senin 15 Februari 2016 kemarin.

Heru menjelaskan, ada dua kawasan ERP yang dilelang, yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Di kawasan Sudirman jalur yang dilelang dalam ERP itu melintasi Jalan Sudirman- Thamrin-Gajah Mada-Hayam Wuruk-Kota.

Sementara untuk di Rasuna Said, jalur yang dilelang melintasi Kuningan-Warung Buncit hingga flyover Pal, dan masuk ke Menteng. Kawasan ERP tersebut berlaku untuk dua jalur berlawanan.

Ketika itu berlaku, lanjut Heru, kendaraan roda dua tidak boleh melintas. Untuk itu, infrastruktur pendukungnya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Termasuk pengalihan arus lalu lintas kendaraan roda dua nanti.

"Kami bisa saja mempercepat lelang. Kalau Dishubtrans menyempurnakan sekarang, paling Juni-Juli kita sudah lelang. Ini harus disosialisasikan. Terpenting semua pendukungnya harus dimasukan ke dalam lelang," ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis ERP Dishubtrans DKI Jakarta, Zulkifli mengatakan, segera memperbaiki dokumen lelang yang diminta oleh Kemenhub dan BPKAD. Menurutnya, belum siapnya merealisasikan ERP hingga saat ini lantaran persoalan infrastruktur pendukungnya. Mulai dari angkutan umum, jalan, park and ride dan sebagainya.

Namun, kata Zulkifli, dengan dipercepatnya penerapan ERP, diharapkan menjadi triger bagi percepatan infrastruktur pendukungnya tersebut. Termasuk dengan sistem tilang elektronik milik kepolisian.
(whb)
Berita Terkait
INTA Kick Off ERP Program...
INTA Kick Off ERP Program Terbaru untuk Tingkatkan Produktivitas Bisnis
Mengintip Penerapan...
Mengintip Penerapan Sistem Electronic Road Pricing (ERP) di Singapura
Dishub Tegaskan ERP...
Dishub Tegaskan ERP di 25 Ruas Jalan di Jakarta Belum Diberlakukan
7 Bidang Industri yang...
7 Bidang Industri yang Sudah saatnya Menggunakan Sistem ERP
System Ever ERP Solusi...
System Ever ERP Solusi Pelaku Industri Tetap Eksis
Politikus Partai Perindo...
Politikus Partai Perindo Nilai Kebijakan ERP Perlu Didalami
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
4 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
4 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved