Gerebek Rumah di Karawang, Densus 88 Amankan Sejumlah Dokumen
Sabtu, 13 Februari 2016 - 15:16 WIB
Gerebek Rumah di Karawang, Densus 88 Amankan Sejumlah Dokumen
A
A
A
KARAWANG - Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penggerebekan dan penggeledahan di sejumlah rumah di Karawang, Jawa Barat, untuk mencari terduga teroris, Sabtu (13/2/2016) pagi. Operasi yang melibatkan 100 personel gabungan Polda Jabar dan Polres Karawang itu berhasil mengamankan seorang berinsial A.
Polisi mengamankan sejumlah dokumen penting, buku-buku propaganda, paspor, busur, sangkur, dan gasgun yang di dapat dari rumah terduga pelaku di Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota Blok DA 36 No.36 RT 06/17 Cikampek Barat.
Densus 88 melakukan penggerebekan dan penggeledahan di dua lokasi perumahan yaitu Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota, Cikampek Barat dan rumah kontrakan Dusun Jatisari RT01/06 Cikampek Timur.
Sejak pukul 09.30 WIB, tim Densus 88 dibantu Polda Jabar dan Polres Karawang melakukan pengepungan di Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota.
Seusai melakukan penggeledahan polisi mengamankan seorang yang berinisial A dan mengamankan sejumlah dokumen. Kemudian Densus 88 menyisir rumah kontrakan di Dusun Jatisari dan mengamankan sejumlah dokumen dan sejumlah buku.
![Gerebek Rumah di Karawang, Densus 88 Amankan Sejumlah Dokumen]()
Kapolres Karawang AKBP AM Dicky mengatakan, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris yang diduga akan kembali melakukan aksi teror terhadap anggota TNI dan Polri.
Penggeledahan ini merupakan rangkaian dari peristiwa bom Sarinah. "Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus bom Thamrin. Jawa Barat, termasuk Karawang, menjadi lokasi kediaman para terduga teroris sebelum menjalankan aksinya," katanya.
Menurut Dicky, penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan di Karawang saat ini merupakan rangkaian dari penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di Sumedang dan Ciamis, dan terakhir di Karawang. Polisi sudah mengidentifikasi rencana serangan yang akan dilakukan teroris dengan sasaran utama anggota TNI dan Polri.
Polisi berhasil menggagalkan rencana teror dengan menangkap dan menggagalkan terduga pelaku teror. "Sudah ada lima orang yang diamankan dan di antaranya itu calon eksekutor yang sudah disiapkan."
Keberhasilan menggagalkan rencana serangan teror sebelum teror itu dilakukan memiliki nilai penting. Hal ini karena polisi berhasil menghindari korban jiwa anggota TNI dan Polri, serta masyarakat sipil.
"Untuk Karawang kita akan lebih meningkatkan kewaspadaan lagi dengan kejadian ini," katanya.
Polisi mengamankan sejumlah dokumen penting, buku-buku propaganda, paspor, busur, sangkur, dan gasgun yang di dapat dari rumah terduga pelaku di Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota Blok DA 36 No.36 RT 06/17 Cikampek Barat.
Densus 88 melakukan penggerebekan dan penggeledahan di dua lokasi perumahan yaitu Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota, Cikampek Barat dan rumah kontrakan Dusun Jatisari RT01/06 Cikampek Timur.
Sejak pukul 09.30 WIB, tim Densus 88 dibantu Polda Jabar dan Polres Karawang melakukan pengepungan di Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota.
Seusai melakukan penggeledahan polisi mengamankan seorang yang berinisial A dan mengamankan sejumlah dokumen. Kemudian Densus 88 menyisir rumah kontrakan di Dusun Jatisari dan mengamankan sejumlah dokumen dan sejumlah buku.

Kapolres Karawang AKBP AM Dicky mengatakan, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris yang diduga akan kembali melakukan aksi teror terhadap anggota TNI dan Polri.
Penggeledahan ini merupakan rangkaian dari peristiwa bom Sarinah. "Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus bom Thamrin. Jawa Barat, termasuk Karawang, menjadi lokasi kediaman para terduga teroris sebelum menjalankan aksinya," katanya.
Menurut Dicky, penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan di Karawang saat ini merupakan rangkaian dari penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di Sumedang dan Ciamis, dan terakhir di Karawang. Polisi sudah mengidentifikasi rencana serangan yang akan dilakukan teroris dengan sasaran utama anggota TNI dan Polri.
Polisi berhasil menggagalkan rencana teror dengan menangkap dan menggagalkan terduga pelaku teror. "Sudah ada lima orang yang diamankan dan di antaranya itu calon eksekutor yang sudah disiapkan."
Keberhasilan menggagalkan rencana serangan teror sebelum teror itu dilakukan memiliki nilai penting. Hal ini karena polisi berhasil menghindari korban jiwa anggota TNI dan Polri, serta masyarakat sipil.
"Untuk Karawang kita akan lebih meningkatkan kewaspadaan lagi dengan kejadian ini," katanya.
(zik)