Hari Ini 10 Ribu Tenaga Honorer Serbu Jakarta

Rabu, 10 Februari 2016 - 01:43 WIB
Hari Ini 10 Ribu Tenaga...
Hari Ini 10 Ribu Tenaga Honorer Serbu Jakarta
A A A
JAKARTA - Sebanyak 10.000 pegawai honorer di Indonesia akna menyerbut Jakarta hari ini. Pemprov DKI meminta agar para demonstrasi tidak menggagu ketertiban umum.

Kepala Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan Jakarta akan kedatangan 10.000 pegawai honorer dari berbagai daerah. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Tujuannya ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB). Kami hanya mengimbau agar mereka tidak anarkis dan mengganggu keteriban umum, apalagi merusak fasilitas umum," kata Ratiyono di Balai Kota, Selasa 9 Februari 2016 kemarin.

Ratiyono menjelaskan, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 28/2015 tentang Unjuk Rasa, para demonstrasi dipersilakan untuk berunjuk rasa di tiga tempat yang disediakan, yakni Lapangan Silang Monas, Parkir Timur Senayan dan Alun-alun DPR.

Kendati demikian, lanjut Ratiyono, apabila demonstrasi di Kantor Kemen PAN dan RB, para demontrasi diminta untuk tidak menggangu ketertiban umum. Menurutnya, apabila mereka melanggar, aparat kepolisian akan memberikan sanksi yang telah diatur dari Pergub No 28 tersebut.

"Karena ini sifatnya nasional. Kami tidak memfasilitasi para demonstrasi dengan pihak kementerian. Kami harap pihak kementerian memediasi melalui kordinator demonstrasinya. Sehingga tidak terjadi kemacetan," tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sudah menyiapkan 640 personel yang terbagi dalam dua shift. Mereka ditempatkan di 10 titik rawan kemacetan akibat adanya aksi unjuk rasa tersebut.

Di antaranya yaitu, Bundaran HI, Medan Merdeka Barat, Timur, Utara dan Selatan, Jalan Kebon Sirih, Semanggi dan sebagainya.Namun, kata Andri, pihaknya masih menunggu instruksi kepolisian untuk mengatur rekayasa lalu lintas.

"Para petugas Dishub hanya mengatur lalu lintas apabila terjadi kemacetan. Rekayasa ada di polisi. Kami masih menunggu," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Pertanyakan Status Guru...
Pertanyakan Status Guru Kontrak, Guru Honorer Minta Tak Ada Diskriminasi
Protes Besaran Gaji,...
Protes Besaran Gaji, Puluhan Ribu Guru Portugal Turun ke Jalan
Dimutasi Massal, Ratusan...
Dimutasi Massal, Ratusan Guru Bawa Keranda Mayat ke Kantor Bupati Muna
Ribuan Guru Iran Gelar...
Ribuan Guru Iran Gelar Protes di 100 Kota Tuntut Kenaikan Gaji
PB PGRI Imbau Guru Tetap...
PB PGRI Imbau Guru Tetap Fokus Mengajar di Tengah Dinamika Nasional
Ribuan Guru Madrasah...
Ribuan Guru Madrasah Demo Tuntut Status PPPK-ASN
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Keistimewaan dan Amalan...
Keistimewaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved