DKI Akan Hapus 107 Trayek Bus Besar

Selasa, 09 Februari 2016 - 00:20 WIB
DKI Akan Hapus 107 Trayek...
DKI Akan Hapus 107 Trayek Bus Besar
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melakukan rerouting trayek bus besar agar satu sama lainnya tidak saling berhimpitan. Dari 125 trayek, hanya sekitar 18 trayek yang akan diberlakukan, sisanya 107 trayek dihapus.

Kepala seksi Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretapian Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Fajar Nugrahaini mengatakan, untuk menerapkan revitalisasi angkutan umum di Jakarta, langkah utama yang dilakukan yakni rerouting trayek. Rerouting trayek yang pertama akan dilakukan adalah rerouting trayek bus besar.
Terlebih, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui operator Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) telah memberikan 600 bus yang rencananya 400 diantaranya dioperasikan hingga ke daerah penyangga.

"Kami harus benahi dulu trayeknya. Kita enggak mau ada banyak trayek berhimpitan. Khususnya dengan trayek bus Transjakarta. Enggak lucu kan, ada Transjakarta di kasih subsidi. Masak disebelahnya ada subsidi lagi," kata Fajar Nugrahaini saat dihubungi Minggu, 8 Februari 2016.

Fajar menjelaskan, berdasarkan data sedikitnya ada 125 trayek yang izinnya dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta. Setelah dihitung, 81 dari 125 trayek itu beroperasi ke luar Jakarta. Seharusnya, kata dia, 81 trayek tersebut izinnya ada di Kemenhub.

Fajar pun akan memfasilitasinya ke Kemenhub dan akan memutihkan trayek tersebut dari Jakarta. Kemudian, lanjut Fajar, 44 trayek sisanya itu beroperasi di dalam Jakarta. Dari 44 trayek, 11 di antaranya sudah tidak beroperasi.

Sebanyak 15 trayek lagi secara tingkat operasi minta dihapus. Seperti misalnya AC 50 Mayasari Bhakti. "Sisanya tinggal 18 nih. Dari 18, delapan di antaranya ini 50% lebih berhimpitan dengan koridor Transkakarta. Kayak PPD 43 Clilitan-Tanjung Priuk, R 507 Mayasari Bhakti. Jadi 10 trayek akan kita pertahankan," jelasnya.

Setelah selesai rerouting, Fajar menuturkan akan mempersiapkan armada yang dibutuhkan di trayek tersebut. Termasuk menempatkan bus pemberian Kemenhub. Dengan begitu, revitalisasi angkutan umum yang khsusunya mengadopsi sistem rupiah perkilometer dapat dilakukan.
(whb)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
24 menit yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
1 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
1 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved