Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan Subang Tak Melaut

Senin, 01 Februari 2016 - 12:39 WIB
Gelombang Tinggi, Ribuan...
Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan Subang Tak Melaut
A A A
SUBANG - Ribuan nelayan di kawasan pesisir pantura Kabupaten Subang, tidak bisa melaut. Penyebabnya adalah kencangnya angin barat yang menyebabkan gelombang laut tinggi.

Para nelayan yang 'menganggur' dadakan ini, tersebar di empat kecamatan pantura, seperti Blanakan, Legonkulon, Ciasem, dan Pusakanagara.

"Gelombang lautnya tinggi banget, antara 1,5-2 meteran, dipicu kencangnya angin barat. Mereka jadi takut melaut, khawatir celaka," ujar tokoh nelayan Kecamatan Blanakan, Karya Zakaria, Senin (1/2/2016).

Menurutnya, mereka yang tak pergi melaut bisa mencapai ribuan orang. Sebab, cuaca buruk dan gelombang tinggi, terjadi merata di seluruh perairan pantura.

Untuk bisa bertahan hidup mengisi kekosongan waktu selama jeda tak melaut ini, banyak nelayan terpaksa bekerja serabutan, seperti kuli/buruh tani. Sedangkan para istri nelayan bekerja 'ngiteng', yakni memerbaiki jaring yang rusak.

"Banyak perahu dibiarkan berjejer di dermaga, karena tak dipakai. Sebagian lainnya digalang (disimpan untuk diperbaiki,red) di pengedokan (tempat khusus perahu,red). Kami berharap, pemerintah mengupayakan bantuan dana paceklik, atau sembako, untuk membantu meringankan beban hidup kami," tutur Karya.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang Mery Meryam, menyebut, berdasarkan data terkini instansinya, jumlah nelayan yang biasa beroperasi di sepanjang laut pantura, mencapai 6.500 orang.

Terdiri dari nelayan lokal (domestik) sebanyak 4.500 orang, dan nelayan pendatang yang menetap sementara (andon) sekitar 2.000 orang. Para nelayan andon ini, kata Mery, mayoritas berasal dari Jawa Tengah, seperti Rembang dan Brebes.

"Mereka biasa melaut di kawasan pantai Blanakan, Patimban Pusakanagara, Mayangan Legonkulon, dan Muara Ciasem," ucap Mery.

Namun akhir-akhir ini, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang mencapai 2 meter lebih, sebagian besar nelayan terpaksa berhenti bekerja. Pasalnya, rata-rata kapal (perahu) yang dimiliki nelayan berukuran kecil, antara 3-5 GT.

"Kapal dengan ukuran tersebut, tak bisa mengatasi ombak besar, makanya mereka memilih tak melaut karena takut celaka. Di musim normal pun, mereka kalau melaut paling jauh hanya 10 mil saja,"paparnya.

Pihaknya memperkirakan, cuaca buruk akibat angin barat ini, lazim berlangsung antara bulan-bulan Desember hingga Februari.

"Cuma memang, akibat banyaknya nelayan yang tak melaut, jumlah pasokan ikan di TPI-TPI (tempat pelelangan ikan,red) menjadi berkurang," pungkas Mery.
(nag)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved